Berita Golkar – Sedikit molor dari target 13 Agustus untuk disahkan, akhirnya DPP Partai Golkar resmi mengesahkan kepengurusan DPD Partai Golkar Bali hasil Musda pada 13 Juli lalu. SK Nomor: Skep-102/DPP/Golkar/VIII/2025 bertanggal 24 Agustus 2025 itu, ditandatangani Ketua Umum Bahlil Lahadalia dan Sekjen Muhamad Sarmuji.
Mendampingi Gde Sumarjaya Linggih (Demer) sebagai Ketua DPD, I Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida (Wiwin) menjabat Sekretaris, dan I Gede Sudiana sebagai Bendahara. Total ada 91 kader yang tercantum dalam SK,
Demer yang dimintai tanggapan atas turunnya pengesahan dari DPP itu, mengaku gembira karena masa penantian berakhir sudah. “Ya sekarang kami tinggal melaksanakan kerja-kerja partai untuk karya dan kekaryaan. SK sudah ada, berarti tanggung jawab kader yang ada dalam SK itu melaksanakan amanah yang diberikan partai,” sebutnya, Selasa (26/8/2025), dikutip dari PosMerdeka.
Dalam struktural All The Demer’s Men itu, Yuda Suparsana yang sebelumnya dikenal sebagai loyalis kritis Demer ditempatkan sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bali, Agung Bagus Candra Tri Arka (Gung Cok) menempati Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Badung, Gianyar dan Denpasar.
Ketua Komisi 2 DPRD Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih yang juga anak Demer, didudukkan di Wakil Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi. Anak bungsu Demer, Agung Bagus Arsadhana Linggih, diposisikan mengampu Wakil Sekretaris Bidang Hukum dan HAM. Sementara I Gusti Ayu Putu Ardaba Kory yang sebelum menjabat Ketua KPPG, kini direkrut sebagai Wakil Ketua Bidang UMKM, Koperasi dan Pembangunan Keluarga.
Anggota Komisi 3 DPRD Bali, Yuli Artini, dipercaya sebagai Wakil Bendahara Bidang Pemberdayaan Perempuan. Rekrutmen Yuli cukup menarik, karena ayahnya, I Wayan Geredeg, pernah menjadi kompetitor Demer saat Musda Golkar tahun 2020 silam.
Selain itu, Geredeg juga disebut-sebut sebagai teman dekat Sugawa Korry, rival Demer sejak usai Musda Golkar 2020 itu. Kedekatan Geredeg dan Sugawa terjalin saat persiapan Pemilu 2024 lalu. Kala itu Geredeg mencalonkan diri ke DPD RI, sedangkan Sugawa ke DPR RI.
Terkait ada banyak wajah baru dan muda, Demer mengklaim itu adalah bukti bahwa Golkar adaptif terhadap perubahan zaman. Dia juga berkata Golkar adalah partai milik bersama. Jadi, siapa pun boleh masuk dan keluar dalam era demokrasi kiwari.
Lebih jauh diungkapkan, semua nama dalam SK itu sudah diberitahu sebelumnya bahwa mereka menjadi pengurus. Hanya, apakah itu otomatis sebagai jaminan mereka akan bertugas sampai akhir masa jabatan, itu soal lain. “Kalau di Golkar biasa ada yang mau masuk atau mau mundur. Golkar terbuka. Siapa pun punya kualitas dan kapasitas akan jadi bagian Golkar, dan jadi bagian dari membesarkan Golkar,” jawabnya retoris.
Disinggung janjinya untuk membuat struktur partai rasa rekonsiliasi dengan kubu Sugawa Korry, dia menyatakan sudah melakukan itu dengan merekrut sejumlah nama yang diasosiasikan sebagai “kubu Sugawa”. Namun, dia menolak menyebut siapa saja mereka, dengan alasan tidak mau ada jurang pemisah di antara pengurus di eranya. Dia hanya menyebut “semua ada catatan rekam jejaknya”.
“Saya ingin yang baru dan yang lama bersatu. Tidak ada pemisah oo… ini orang lama dan ini orang baru,” terangnya.
Didesak banyak nama pengurus lama terpental, Demer tidak memungkiri. Namun, dia menegaskan memang tidak mungkin mengakomodir semua pengurus lama. Apalagi dia juga wajib mengajak “gerbongnya” untuk diajak bekerja sama. Kalau tidak dengan orang kepercayaan, tentu akan repot sendiri.
“Sekarang semua harus jadi all the Demer’s men, terlepas dulu dia orangnya siapa. Kita mendayung ke arah yang sama untuk membesarkan partai, bukan diri sendiri,” tandas anggota Komisi VI DPR RI itu. {}