Korban Jiwa Muncul, Yahya Zaini Desak Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Super Flu

Berita Golkar – Wakil Ketua Komisi IX Yahya Zaini menyoroti kasus Super Flu yang sudah memakan korban jiwa, salah satunya di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat. Menurutnya, kasus itu membuktikan bahwa super flu sangat membahayakan bagi masyarakat.

“Kasus kematian tersebut, membuktikan super flu sangat membahayakan. Untuk itu, Kemenkes harus meningkatkan survilance secara menyeluruh kepada semua warga, khususnya di daerah-daerah yang sudah terjangkit,” kata Yahya kepada Inilah.com, Jumat (9/1/2026).

Lebih lanjut, politisi dari fraksi Partai Golkar itu juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap virus super flu. Di antaranya, dengan meningkatkan kebugaran, rajin berolahraga, dan juga mengenakan masker di tempat kerumunan.

“Kami juga mengajak pemerintah daerah untuk mewaspadai penyebaran virus super flu dengan meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan rumah sakit bagi warganya yang terkena super flu,” tegasnya.

Diketahui, seorang pasien dengan gejala influenza A H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai super flu yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dilaporkan meninggal dunia. Hingga saat ini, RSHS telah menangani total 10 pasien dengan gejala serupa.

Terkait pasien yang meninggal tersebut, pihak rumah sakit menyatakan belum dapat memastikan apakah kematian disebabkan langsung oleh infeksi super flu. Pasien diketahui memiliki riwayat penyakit bawaan atau komorbid yang cukup berat.

“Kalau kita lihat dari data yang ada, itu ada dua yang berat. Satu masuk ke ruang high cap dan satu masuk ke ruang intensif. Dan satu yang masuk ke ruang intensif memang terus dinyatakan meninggal karena disebabkan ada komorbid yang lain,” kata Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS, dr Yovita Hartantri, dikutip Jumat (9/1/2025).

Ia menjelaskan, pasien tersebut memiliki sejumlah penyakit penyerta yang berkontribusi terhadap kondisi kritis yang dialami.

“Ada stroke, ada gagal jantung dan terakhir karena ada infeksi dan ada gagal ginjal juga. Jadi apakah itu langsung disebabkan oleh virus? Kita tidak bisa menyatakan karena memang dia mungkin komorbid yang banyak,” sambungnya. {}