Kritik Bencana Berujung Teror, Ahmad Irawan Desak Polisi Tangkap Pelaku Intimidasi Aktivis dan Influencer

Berita GolkarAnggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ahmad Irawan mendesak pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku teror terhadap sejumlah aktivis hingga influencer. Teror tersebut terjadi setelah mereka mengkritik lambannya penanganan bencana di Sumatera.

Irawan menegaskan bahwa tindakan teror dan intimidasi tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun.

“Saya minta kepolisian untuk segera dan mempercepat pengungkapan peristiwa teror tersebut dan menangkap pelakunya,” kata Irawan saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (1/1/2026), dikutip dari Tribunnews.

Selain itu, Irawan menekankan pentingnya akuntabilitas dalam proses tersebut. “Selanjutnya agar proses pengungkapannya bersifat terbuka dan akuntabel,” ucap anggota Komisi II DPR RI itu.

Lebih lanjut, Irawan menegaskan kritik dan masukan dari berbagai pihak dari dihormati. Bagi Irawan, kritik bisa jadi sebagai koreksi atas kinerja yang telah dilakukan.

“Kritik dan masukan berbagai pihak harus kita hormati. Bahkan kritik penting sebagai koreksi, pengingat dan masukan untuk meningkatkan kualitas kinerja. Jadi pemerintah tentu sangat membutuhkan,” tandasnya.

Di tengah bencana banjir bandang Sumatra, sejumlah aktivis, aktor, dan influencer (pemengaruh media sosial) mendapat teror karena mengkritik penanganan pasca-bencana oleh pemerintah.

Tercatat, hanya dalam rentang waktu tiga hari antara Senin hingga Rabu, 29-31 Desember 2025, sudah ada empat tokoh yang mengalami aksi teror dan ancaman.

Mereka adalah aktor Yama Carlos, kreator konten Sherly Annavita, kreator konten DJ Donny, dan aktivis lingkungan Iqbal Damanik. {}