Berita Golkar – Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meminta perusahaan karet di Sumatera Utara untuk meningkatkan daya saing industri komoditas tersebut.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengatakan dengan komoditas karet diekspor akan menjadi pemasukan bagi negara yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat.
“Komisi VII DPR bersama Kementerian Perindustrian saat memiliki Panja Daya Saing Industri. Dari panjat ini kiita mendorong agar industri ekspor karet juga miliki daya saing,” ujar Lamhot Sinaga pada Kunjungan Kerja Spesifik di Kabupaten Simalungun, Jumat (23/1/2026), dikutip dari Antaranews.
Lamhot mengatakan daya saing karet harus ditingkatkan karena produksi komoditas tersebut di Indonesia menurun signifikan.
“Karet kita ini kan dulu salah satu komoditas primadona, tetapi karet saat ini tidak menjadi primadona. masyarakat kita enggan menanam karet, semua beralih ke sawit,” kata dia.
Oleh karena itu, pihaknya yang melakukan kunjungan kerja spesifik di PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate yang berlokasi di Kabupaten Simalungun mengajak seluruh pihak melakukan berbagai upaya meningkatkan industri karet.
Memulihkan industri, kata dia, menjadi pekerja rumah yang harus dilakukan guna meningkatkan daya saing karet di Indonesia. “Ini harus ada insentif dari pemerintah. Nanti dari regulasi kami Komisi VII juga mendorongnya,” ujarnya.
Lamhot berharap daya saing komoditas karet dapat meningkat, yang tentunya harus dilakukan secara optimal oleh seluruh pemangku kebijakan terkait. “Sehingga industri karet sehat dan menguntungkan bagi petani lagi,” ujarnya. {}













