Berita Golkar – Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Partai Golkar Sumatera Utara, Sahlul Umur Situmeang menilai dukungan terhadap Andar Harahap sebagai calon ketua Golkar Sumatera Utara jelang Musyawarah Daerah (Musda) ke XI, dipelopori oleh Ketua Harian Golkar Sumut Yasir Ridho Loebis usai bertemu dengan kepengurusan Golkar tingkat Kabupaten dan Kota.
Sahlul menyebut, dukungan yang disampaikan 23 Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat Kabupaten dan kota di Sumut, terhadap Andar Harahap, disampaikan usai adanya pertemuan di Grand City Medan pada Jumat (16/1/2026).
Rapat konsolidasi turut dihadiri Plt Ketua Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia Tandjung.
Usai rapat itu kata Sahlul, ketua harian Golkar Sumut, Yasir Ridho Loebis bersama Bendahara Golkar Victor Silaen meminta agar ketua Golkar tingkat daerah memberikan dukungan untuk Andar Harahap sebagai calon ketua Golkar Sumut.
Sahlul melihat hal itu sebagai manuver politik kelompok sarat kepentingan lama dan berpotensi merusak soliditas Partai Golkar ke depan.
“Jadi setelah rapat itu, kemudian Ridho, ada Viktor sebagai bendahara, menggunakan jabatan struktural untuk meminta pengurus DPD Golkar daerah mendukung Andar Harahap. Apa yang dilakukan dari manuver politik kelompok Ridho cs semata-mata adalah politik balas dendam. Ini tidak baik bagi arah Partai Golkar lima tahun ke depan,” ujar Sahlul Minggu (18/1/2026).
Sahlul menyebut, Yasir Ridho memanfaatkan posisi Ketua Harian DPD Golkar Sumut untuk menggalang dukungan secara sistematis.
Ia menyebut, langkah itu telah dipersiapkan jauh hari, bahkan sebelum ditunjuknya Ketua Pelaksana Tugas (Plt) Golkar Sumut. Sahlul meyakini langkah tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan dan restu Ketua Plt Golkar Sumut, Doli Kurnia.
Ia menilai Ketua Plt masih bersikap netral, karena kegiatan penggalangan dukungan dilakukan setelah Ketua Plt meninggalkan lokasi acara.
Karena itu, Sahlul meminta Ketua Plt Golkar Sumut memberikan teguran keras kepada pihak-pihak yang memanfaatkan struktur partai untuk kepentingan pribadi.
“Itu sudah menunjukkan euforia dan arogansi dalam bentuk deklarasi. Para ketua DPD II ditekan untuk memberikan dukungan,” ujarnya, dikutip dari TribunMedan.
Sahlul mengaku dirinya merupakan bagian dari pendukung Musa Rajekshah pada Musda 2020. Ia juga menyebut bahwa Andar saat itu tidak mendukung Musa Rajekshah karena kedekatannya dengan Ridho, yang menurutnya diketahui oleh banyak kader Golkar di Sumatera Utara.
“Sejarah ini harus menjadi pelajaran. Kita harus lebih selektif dan berhati-hati dalam menentukan calon ketua Golkar Sumut, jangan berlandaskan dendam politik,” tegasnya.
Sebagai pengurus Golkar Sumut, ia berharap pelaksanaan Musyawarah Daerah XI Partai Golkar Sumut yang akan digelar dalam waktu dekat tidak diwarnai muatan politik balas dendam oleh kelompok tertentu.
Ia juga mengingatkan sejarah Musda Golkar Sumut 2019, di mana Ridho sempat terpilih sebagai Ketua Golkar Sumut, namun hasil Musda tersebut dianulir oleh Mahkamah Partai. Musda kemudian diulang pada 2020 dan menetapkan Musa Rajekshah (Ijeck) sebagai Ketua Golkar Sumut.
“Kawan-kawan DPD II harus bijak dan tidak tergesa-gesa mengambil keputusan. Pertanyaannya, apakah kita yakin Andar ke depan tidak akan dikendalikan Rhido? Ini pertanyaan besar,” ujarnya.
Sahlul berharap calon Ketua Golkar Sumut ke depan adalah sosok yang mampu memegang teguh komitmen, merangkul seluruh kader, dan tidak menghabisi lawan politik.
Ia menilai kriteria tersebut ada pada diri H. Hendrik Yanto Sitorus, yang telah dua periode dipercaya masyarakat sebagai Bupati Labuhanbatu Utara.
“Beliau teruji, berkualitas, dan konsisten dalam kepemimpinan. Soal klaim dukungan 23 kabupaten/kota yang disebut-sebut Rhido cs, itu belum final dan bisa saja berubah,” pungkasnya. {}













