Berita Golkar – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Melalui berbagai program, Kemendukbangga/BKKBN memberikan dukungan psikososial dan bantuan esensial, khususnya bagi kelompok rentan.
Hal ini disampaikan Menteri Kemendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji di Jakarta, Minggu (4/1/2026), menanggapi dampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra, dikutip dari Merdeka.
Prioritas utama adalah pemulihan trauma dan perlindungan bagi individu yang paling berisiko, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan lansia. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa penanganan darurat berjalan efektif sejak fase awal pascabencana.
Kemendukbangga/BKKBN telah membentuk posko di lokasi terdampak dan memfokuskan intervensi langsung kepada kelompok rentan. Berbagai layanan komprehensif disalurkan untuk meringankan beban masyarakat.
Prioritas Dukungan Psikososial dan Pemulihan Trauma
Menteri Kemendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan pentingnya memprioritaskan bantuan, terutama dalam aspek pemulihan trauma. Sasaran utama dari upaya ini adalah ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan lansia, yang seringkali menjadi kelompok paling rentan terhadap dampak psikologis bencana.
Wihaji menegaskan bahwa Kemendukbangga akan melaksanakan segala kewenangan dan bantuan yang bisa diberikan kepada masyarakat terdampak. Kehadiran negara melalui dukungan psikososial ini diharapkan dapat membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan.
Fokus pada pemulihan trauma ini sangat krusial mengingat dampak jangka panjang yang bisa ditimbulkan oleh peristiwa bencana. Kemendukbangga berupaya meminimalkan risiko trauma berkepanjangan pada kelompok rentan.
Layanan Komprehensif di Lokasi Terdampak
Kemendukbangga/BKKBN tidak hanya berfokus pada pemulihan trauma, tetapi juga menyediakan beragam layanan di lokasi bencana. Layanan ini mencakup penyaluran bantuan esensial, program pemulihan trauma, hingga pelayanan dan sosialisasi keluarga berencana.
Meskipun menghadapi keterbatasan akses dan medan yang sulit, sasaran layanan tetap dijangkau secara menyeluruh. Ini menunjukkan komitmen kuat Kemendukbangga untuk memastikan tidak ada kelompok rentan yang terlewatkan.
Kelompok yang dijangkau meliputi balita, anak-anak, remaja, ibu hamil, ibu menyusui, serta lansia. Pendekatan holistik ini bertujuan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendesak pascabencana.
Komitmen Perlindungan dan Ketahanan Keluarga
Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus melindungi dan memulihkan ketahanan keluarga pascabencana. Pendampingan dan pelayanan kesehatan terus berlanjut, bahkan di tengah ancaman bencana susulan.
Wihaji juga menyerukan kepada jajarannya untuk tetap semangat dan fokus dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dan kepedulian terhadap kelompok paling rentan menjadi kunci dalam upaya ini.
Melalui inisiatif ini, Kemendukbangga/BKKBN berupaya memperkuat kehadiran negara di saat-saat paling dibutuhkan oleh masyarakat. Tujuannya adalah membangun keluarga yang lebih tangguh dan berdaya dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Layanan yang disediakan:
Penyaluran bantuan
Pemulihan trauma (trauma healing)
Pelayanan dan sosialisasi Keluarga Berencana
Pendampingan dan pelayanan kesehatan
Ibu hamil
Ibu menyusui
Balita/Anak-anak
Lansia
Remaja {}













