Mendukbangga Wihaji Genjot Delapan Fungsi Keluarga Cegah Kekerasan dan Tekanan pada Anak

Berita Golkar – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN RI), Wihaji mengaku akan menggenjot program delapan fungsi utama keluarga untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terhadap anak-anak di Indonesia.

Wihaji menyampaikan, yang dimaksud dengan delapan fungsi pondasi utama keluarga yakni, harmonis, dan sejahtera. Fungsi tersebut meliputi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, pendidikan, sosialisasi, ekonomi, dan pembinaan lingkungan. Penerapan delapan fungsi ini secara seimbang berperan penting dalam membentuk karakter anak dan menjaga ketahanan keluarga.

Dengan demikian, diharapkan tidak akan ada lagi kasus yang menimpa seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melakukan bunuh diri di Kebun diduga akibat tidak diberikan buku dan pulpen.

“Tentu ini kewajiban kita semua terutama yang berurusan dengan keluarga. Khususnya kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK) kalau ada sesuatu tolong laporkan ke kita,” kata Wihaji saat melakukan kunjungan kerja di Cikerai, Kota Cilegon, Kamis (5/2/2026) kemarin, dikutip dari RRI.

Oleh karenanya, Wihaji mengaku prihatin adanya kasus bunuh diri tersebut. Sehingga, dirinya merasa perlu menggenjot program delapan fungsi pondasi utama keluarga tersebut melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang sudah dibentuk di masing-masing Kabupaten Kota di Indonesia.

Menurutnya, hal itu sangat penting untuk kesehatan mental dan penguatan mental keluarga. Dengan demikian, dapat bersama-sama melakukan pengawasan terhadap tumbuh kembang anak-anak di Indonesia.

“Oleh karena itu, rentang delapan fungsi utama pondasi keluarga itu akan saya genjot untuk menjaga anak dari tekanan psikologis, psikis dan tekanan lingkungan,” katanya. {}