Mendukbangga Wihaji Soroti Ketimpangan Demografi di Jawa Timur, Dorong Penguatan Keluarga

Berita Golkar – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menerima Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama. Pertemuan ini untuk membahas pengendalian penduduk dan dinamika demografi di Jawa Timur.

Dalam siaran pers Jumat (16/1/2026), Wihaji menegaskan bahwa pengendalian laju pertumbuhan penduduk atau rem demografi menjadi tugas strategis. Hal itu dilakukan agar pertumbuhan penduduk nasional tetap presisi sesuai target pembangunan.

“Penduduk tidak boleh tumbuh kebablasan, tetapi juga tidak boleh defisit,” ujarnya, dikutip dari RRI.

Wihaji memuji capaian Jawa Timur yang dinilai berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk di bawah 1 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan keberhasilan pengendalian penduduk secara makro di tingkat provinsi.

Meski demikian, Wihaji mengingatkan masih adanya ketimpangan antarwilayah di Jawa Timur. “Secara provinsi, Jawa Timur sudah melambat. Tapi kalau dibedah per kabupaten, pertumbuhannya tidak sama. Ada yang sudah sangat rendah, ada yang masih tinggi,” kata Wihaji.

Ia menekankan, tantangan ke depan bukan hanya menurunkan angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan pemerataan demografi. Harapannya, agar tidak terjadi penumpukan penduduk di wilayah tertentu dan kekosongan di wilayah lain.

Sementara itu, Senator asal Jawa Timur Lia Istifhama menyambut baik penekanan tersebut. Menurutnya, isu kependudukan tidak bisa dipisahkan dari kualitas keluarga, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Pengendalian penduduk harus dibarengi dengan penguatan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, agar bonus demografi benar-benar memberi manfaat,” kata Lia.

Ia menambahkan, sinergi pusat dan daerah menjadi kunci dalam mengelola dinamika kependudukan Jawa Timur yang kompleks dan beragam. Sehingga tujuan pengendalian penduduk dapat tercapai secara ideal. {}