Berita Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, mengapresiasi Komunitas “Clean The City” yang dinilai konsisten menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di berbagai daerah.
Menurutnya, aksi bersih-bersih yang dilakukan secara serentak di berbagai daerah merupakan wujud nyata kolaborasi antara masyarakat dan komunitas dalam menjaga ruang publik.
“Gerakan Clean The City ini menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan bisa tumbuh dari masyarakat. Ketika masyarakat bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih besar dibandingkan hanya mengandalkan pemerintah,” kata Bahlil, melalui keterangannya Kamis (1/1/2025), dikutip dari RRI.
Ia menambahkan, kebersihan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan energi dan kualitas hidup masyarakat.“Kita bicara energi dan sumber daya alam, tetapi lingkungan yang bersih adalah bagian penting dari keberlanjutan itu sendiri. Kota yang bersih akan menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan produktif,” ujarnya.
Bahlil juga mendorong agar gerakan serupa dapat terus diperluas dan menjadi contoh bagi daerah lain.“Saya berharap gerakan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Partisipasi publik adalah kunci dalam menjaga lingkungan untuk generasi mendatang,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Nasional “Clean The City”, Usama Ahmad Rizal, menjelaskan, aksi dilaksanakan pada 1 Januari 2026, dengan fokus membersihkan sampah sisa perayaan Tahun Baru di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia.
“Kegiatan ini menjadi momentum awal tahun untuk mengajak masyarakat memulai kebiasaan baik, yaitu menjaga kebersihan lingkungan setelah perayaan malam Tahun Baru. Aksi ini dilakukan serentak dengan melibatkan relawan dari berbagai elemen,” kata Rizal
Ia menambahkan, “Clean The City” secara konsisten menjadikan pergantian tahun sebagai ruang refleksi sekaligus aksi nyata.“Harapan kami, gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya bersama. Kota yang bersih adalah tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.
Kegiatan Clean The City di Kota Tasikmalaya dihadiri oleh 700 orang dari berbagai komunitas serta lembaga lintas sektor seperti JAI, Asosiasi Pers Mahasiswa, Forum Pelajar Tasikmalaya, Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Plaza Asia, Ivendo, dan Sajajar. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperkuat semangat kolaborasi dalam menjaga kebersihan lingkungan. {}













