Berita Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pabrik baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Karawang, Jawa Barat bakal diresmikan pada semester I-2026.
Pabrik ini hasil kerja sama antara PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan perusahaan asal China, Ningbo Contemporary Brunp Legend Co Ltd (CBL), anak usaha dari raksasa baterai dunia Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL).
Adapun pembangunan pabrik baterai EV di atas lahan seluas 43 hektar tersebut sudah dimulai atau dilakukan groundbreaking pada 29 Juni 2025 lalu.
“Khusus untuk hilirisasi nikel, ekosistem baterai mobil yang tahun kemarin di-groundbreaking oleh Bapak Presiden Prabowo di Karawang, yang punya CATL, direncanakan pada semester I 2026 itu sudah kita resmikan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (8/1/2026), dikutip dari Kompas.
Pabrik yang akan dioperasikan oleh perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 15 gigawatt per jam (GWh). Pabrik tersebut berlokasi di Kawasan Artha Industrial Hills, Karawang, Jawa Barat, dengan menelan biaya investasi sekitar 6 miliar dollar AS atau setara Rp 97,07 triliun.
Dengan pembangunan pabrik itu, kata Bahlil, Indonesia akan memiliki dua pabrik baterai EV. Pabrik baterai EV pertama adalah PT Hyundai LG Industri (HLI) Green Power yang juga berlokasi di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi mencapai 10 GWh.
Pabrik tersebut diresmikan oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada 3 Juli 2024. Hingga kini, pabrik Hyundai-LG tercatat sebagai produsen baterai EV pertama sekaligus terbesar di Asia Tenggara.
“Jadi berarti sudah ada dua nanti pabrik baterai kita di Indonesia yang ekosistem baterai mobil dari bahan baku nikel,” ucap Bahlil. {}













