Berita Golkar – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pembentukan Klinik UMKM Bangkit di wilayah terdampak banjir Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara bertujuan untuk membangun perputaran ekonomi lokal di tiga provinsi tersebut.
“Kami ingin dalam 1-6 bulan ke depan tercipta closed-loop economy di daerah terdampak Jadi perputaran ekonomi diputar dulu di seputaran wilayah itu agar aspek supply (penawaran) dan demand (permintaan) terbentuk,” ujar Maman dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (29/12/2025), dikutip dari Antaranews.
Menurutnya, bantuan langsung tunai (BLT) saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Tanpa adanya interaksi antara penawaran dan permintaan, stimulus tidak akan berkelanjutan.
Untuk itu, ia menyebut Klinik UMKM Bangkit hadir sebagai agregator yang memastikan rantai distribusi berjalan.
Ia mencontohkan jika ada produsen beras, nilam, atau komoditas lainnya yang kesulitan menjual produk karena tidak ada pembeli, klinik UMKM akan menghubungkan mereka dengan mitra e-commerce maupun jaringan ritel seperti Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).
“Dengan begitu, produk lokal bisa terserap pasar dan memberikan efek nyata bagi pergerakan ekonomi,” kata Maman.
Ia menambahkan fungsi klinik UMKM tidak hanya sebagai wadah koordinasi, tetapi juga sebagai konektor yang menghubungkan seluruh institusi terkait, baik pemerintah, BUMN, maupun pengusaha swasta.
Kementerian UMKM menginisiasi pembentukan Klinik UMKM Bangkit di delapan titik wilayah terdampak banjir, yakni Kota Banda Aceh, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Medan, dan Kota Padang.
Kehadiran klinik ini diharapkan mempercepat akses UMKM terdampak banjir terhadap pembiayaan, memperluas pasar produk lokal, serta mendorong percepatan produksi sehingga pemulihan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat. {}













