Berita Golkar – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meninjau langsung Pasar Pagi Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026), guna melihat dampak banjir terhadap aktivitas pedagang serta memastikan percepatan pemulihan ekonomi pelaku UMKM.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda Kementerian UMKM dalam merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan berdampak langsung pada pelaku usaha mikro.
Di lokasi, Maman memeriksa kondisi lapak pedagang, fasilitas pasar, serta mendengarkan laporan terkait kerusakan peralatan usaha dan terhentinya aktivitas jual beli akibat banjir.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Aceh, Zulkifli M Ali, yang mendampingi kunjungan tersebut mewakili Gubernur Aceh, mengatakan agenda utama Menteri UMKM adalah memastikan pemulihan UMKM tidak berjalan lambat.
“Pertama, Pak Menteri ingin melihat langsung kondisi UMKM pascabencana. Kedua, beliau ingin memberi semangat sekaligus mendorong dukungan pembiayaan agar UMKM bisa segera bangkit dan tidak berlama-lama terpuruk,” kata Zulkifli, dikutip dari SerambiNews.
Salah satu langkah konkret yang ditinjau adalah pembangunan sumur bor di kawasan pasar untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi pedagang dan pengunjung, sekaligus mendukung kebersihan dan kesehatan lingkungan pascabanjir.
“Tujuan sumur bor ini agar pasar tetap bersih dan mandiri air. Kalau air harus dibawa dengan mobil tangki, itu memakan waktu dan melibatkan banyak pihak,” ujarnya.
Dari lima titik sumur bor yang direncanakan, sebagian telah mulai direalisasikan sebagai bagian dari penataan kembali pasar yang sempat semrawut akibat banjir.
Selain perbaikan fasilitas dasar, Kementerian UMKM juga mendorong penguatan program Klinik UMKM untuk memetakan persoalan usaha secara rinci dan memberikan solusi sesuai kebutuhan di lapangan.
Menteri UMKM tidak memberikan keterangan pers secara langsung di lokasi karena harus melanjutkan agenda ke daerah lain. Namun, Maman sempat menyampaikan arahan singkat melalui panggilan video saat berada di helikopter, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan UMKM dan memastikan koordinasi pusat-daerah berjalan efektif.
Zulkifli juga mengimbau pelaku UMKM agar tidak larut dalam dampak bencana dan mendorong perbankan memberi perhatian khusus kepada pelaku usaha terdampak.
“Kalau membutuhkan modal, ada pembiayaan melalui perbankan. Bank harus memberi perhatian karena ini musibah. Kita ingin pasar kembali hidup, daya beli tumbuh, dan ekonomi berputar,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap Aceh Tamiang sebagai salah satu wilayah terdampak banjir terparah, selain Aceh Utara, Pidie, dan Pidie Jaya.
Program pemulihan UMKM akan dilakukan secara bertahap, mencakup bantuan peralatan usaha yang rusak hingga dukungan modal awal sesuai mekanisme yang berlaku.
Pemerintah Provinsi Aceh menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi Kementerian UMKM dalam memfasilitasi pemulihan ekonomi daerah. Pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan UMKM menjadi sektor yang paling bertahan dan kembali diharapkan menjadi penopang utama pemulihan ekonomi pascabencana. {}













