Menteri UMKM Maman Abdurrahman Lepas Ekspor Furnitur Rotan ke Spanyol, Resmikan RPB di Sukoharjo

Berita Golkar – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman melepas ekspor furnitur berbahan baku rotan ke Spanyol, sekaligus meresmikan Rumah Produksi Bersama (RPB) Komoditi Rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (18/12/2025).

Menteri Maman menyampaikan, ekspor furnitur rotan ke Spanyol ini, berawal dari keberadaan Rumah Produksi Bersama (RPB) yang merupakan program kolaborasi antara Kementerian UMKM dan Pemkab Sukoharjo.

“Ini pertama saya sampaikan bahwa pengiriman furnitur rotan ini berawal dari program Rumah Produksi Bersama, yang merupakan kolaborasi antara Kementerian UMKM dan Pemkab Sukoharjo. Artinya, program ini tidak akan mungkin tercapai dan berhasil jika hanya diinisiasi oleh Kementerian UMKM tanpa dukungan dan support dari pemerintah daerah,” ujar Menteri Maman, dikutip dari InilahJateng.com.

Ia mengapresiasi dukungan penuh Pemkab Sukoharjo yang membuat operasional RPB komoditas rotan dapat berjalan optimal. Bahkan, ekspor ke Spanyol ini merupakan pengiriman kedua ke luar negeri yang difasilitasi melalui RPB tersebut.

“Alhamdulillah, dengan dukungan luar biasa dari Pemkab Sukoharjo, RPB ini sudah berjalan dan ini merupakan pengiriman kedua ke luar negeri, dalam hal ini ke Spanyol,” kata politikus Partai Golkar itu.

Dia berharap, peresmian RPB dan simbolisasi ekspor ini, bisa menjadi motivasi bahwa program Rumah Produksi Bersama merupakan salah satu program unggulan untuk memberdayakan UMKM lokal. Sertta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, Kementerian UMKM berkomitmen untuk memperbanyak RPB serupa di berbagai daerah serta melakukan monitoring berkelanjutan.

“Insyaallah, kita akan perbanyak lagi RPB seperti ini. Kita juga akan terus melakukan monitoring dan memberikan dukungan terhadap hal-hal yang bisa menunjang pertumbuhan dan keberlanjutan RPB,” ungkapnya.

Adapun nilai ekspor furniture rotan ke Spanyol tersebut mencapai 12 ribu dolar Amerika Serikat (USD). Menteri UMKM berharap ekspor dapat dilakukan secara rutin dengan menjaga dua hal utama, yakni kepastian pasokan dan kualitas produk.

“Dalam ekspor, yang dilihat itu ada dua, yaitu kepastian pasokan atau delivery time yang sinambung, dan yang kedua adalah quality. Saya tekankan betul agar kualitas dijaga supaya pembeli melihat produk koperasi Manunggal di bawah naungan RPB ini bagus, sehingga ke depan mereka terus melakukan pemesanan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengatakan, skema RPB merupakan solusi atas berbagai kendala klasik yang selama ini dihadapi industri dan UMKM, seperti keterbatasan SDM, bahan baku, mesin, hingga jejaring pasar.

“Dengan adanya factory sharing atau rumah produksi bersama, kendala-kendala tersebut diharapkan bisa tereliminir. Kita sudah melihat langsung ke belakang, mesinnya sudah canggih, bahkan sudah menggunakan CNC. Mudah-mudahan dengan fasilitas ini produk UMKM kita bisa lolos kurasi dan masuk ke pasar internasional,” katanya.

Eko menambahkan, setelah Spanyol, peluang pasar Eropa lainnya juga terbuka lebar bagi produk rotan Sukoharjo. Ia berharap konsep RPB dapat direplikasi ke klaster-klaster UMKM lain di Kabupaten Sukoharjo.

“Niat besar kita adalah UMKM Sukoharjo harus bisa naik kelas. Ini sudah mulai kita buktikan, dan ke depan akan kita replikasi di klaster-klaster lainnya,” tandasnya. {}