Menuju Pertumbuhan 8 Persen, Dewi Yustisiana Sebut Ketahanan Energi dan Hilirisasi Fondasi Ekonomi Nasional

Berita Golkar – Anggota Komisi XII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana menyatakan dukungannya terhadap Pernyataan Politik Rapimnas I Partai Golkar Tahun 2025, yang diselenggarakan pada 20 Desember lalu.

Pernyataan politik itu menegaskan ketahanan energi dan hilirisasi sebagai pilar strategis transformasi ekonomi nasional.

Menurut Dewi, rumusan politik yang dihasilkan Rapimnas tersebut mencerminkan arah pembangunan jangka panjang yang konsisten dengan visi Asta Cita serta target pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen sebagai fondasi Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

“Pernyataan Politik Rapimnas Golkar memberikan penegasan bahwa ketahanan energi dan hilirisasi bukan agenda sektoral semata, melainkan strategi besar dalam mentransformasi struktur ekonomi nasional,” ujar Dewi, Selasa (23/12/2025), dikutip dari RakyatMerdeka.

Ia menjelaskan, ketahanan energi harus dimaknai sebagai kemampuan negara dalam menjamin ketersediaan energi nasional yang bersumber dari potensi dalam negeri secara berkelanjutan.

Dengan ketahanan energi yang kuat, Indonesia dinilai memiliki ruang yang lebih besar untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat kedaulatan nasional.

Sejalan dengan itu, Dewi menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi perlu dilaksanakan secara inklusif dan berkeadilan.

Hilirisasi tidak hanya difokuskan pada sektor mineral dan energi, tetapi juga harus diperluas ke sektor perkebunan, pertanian, kehutanan, kelautan, dan perikanan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata.

“Hilirisasi lintas sektor menjadi instrumen penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional, membuka lapangan kerja berkualitas, serta memperkuat ekonomi daerah,” kata legislator asal daerah pemilihan Sumsel II itu.

Dewi menilai, pendekatan tersebut akan mempercepat pemerataan pembangunan dan mengurangi ketimpangan antarwilayah, sekaligus menjadikan transformasi ekonomi nasional lebih inklusif dan berkelanjutan. {}