Berita Golkar – Di tengah kemajuan fisik bangunan sekolah SD dan SMP yang mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemendikdasmen RI, Bupati Garut Abdusy Sakur Amin, menyampaikan tantangan besar pendidikan di Garut, khususnya terkait angka putus sekolah yang masih relatif jauh dari harapan.
Data menunjukkan adanya penurunan drastis minat melanjutkan sekolah jenjang SMP turun 20%, dan jenjang SMA merosot hingga 40%.
Faktor ekonomi, pernikahan dini, hingga akses teknologi digital menjadi penyebab utamanya. “Kami berkomitmen menyelaraskan kuantitas dan kualitas melalui kompetisi cerdas cermat untuk meningkatkan sains dan literasi,” katanya disela mendampingi Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti di SD Musaddiyah Garut, Jumat (9/1/2026).
“Serta cepat dan tepat untuk meningkatkan kemampuan kalkulasi/perhitungan atau numerasi. Kami ingin anak-anak Garut memiliki _fighting spirit_ (semangat juang) yang tinggi melalui kebiasaan berkompetisi,” katanya melanjutkan, dikutip dari RRI.
Ia mengapresiasi peran Muhammadiyah yang telah membantu pemerintah menyediakan akses pendidikan hingga ke wilayah pelosok Garut.
Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah Garut Kota, Dede Hidayat, mengucapkan terima kasih atas alokasi anggaran revitalisasi tersebut. Ia merinci bahwa di cabang Garut Kota sendiri terdapat 5 sekolah yang mendapatkan program ini.
“Kegiatan revitalisasi ini bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah, khususnya dalam penguatan karakter peserta didik,” ujarnya. {}













