Daerah  

Nazir Tanjung Ajak Lembaga Keagamaan di Padang Pariaman Hidupkan Lagi Pendidikan Surau

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82

Berita Golkar – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Padang Pariaman, Nazir Tanjung Datuak Jalelo menyayangkan kian ke ujung, rasanya pendidikan agama di surau dan masjid semakin berkurang pula.

“Pendidikan agama di surau adalah sebuah keharusan. Sentuhan pendidikan TPA, MDA, berbeda dengan sentuhan pendidikan formal di sekolah,” ujar anggota Komisi II DPRD Padang Pariaman ini, Selasa (26/8/2025).

Menurut dia, ada banyak faktor yang membuat berkurang pendidikan surau dari masa ke masa. Salah satunya, adalah kebijakan full day school atau sekolah sehari penuh.

“Biasanya ngaji di surau dan masjid itu dimulai pada pukul 15.00. Sementara, jam segitu sekolah formal baru keluar. Pulang sekolah anak ini udah capek, jadi tak kuat lagi untuk mengaji ke surau dan masjid,” katanya, dikutip dari MinangkabauNews.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Padang Pariaman ini tak pula menyalahkan, apa yang sudah menjadi kebijakan di sekolah. “Memang full day school bagus. Tapi dengan berkurangnya kreativitas pendidikan surau, sebagai bekal agama bagi anak, jadi terabaikan,” ulas dia.

“Kita sepenuhnya mendukung agenda perubahan yang ditawarkan pemerintah John Kenedy Azis – Rahmat Hidayat. Kondisi seperti demikian, hampir seluruh nagari yang mengalaminya,” ujar dia.

Nazir Tanjung Datuak Jalelo mengajak lembaga keagamaan yang ada di Padang Pariaman, untuk bisa melahirkan kebijakan yang mendukung untuk bisa bangkit kembali pendidikan surau ini.

“Ikatan Guru Mengaji (IGM) Padang Pariaman harus punya masukan soal ini. Kemudian memberikan solusi terbaik bersama kekuatan lainnya di daerah ini,” kata Nazir Tanjung.

Lewat penguatan pendidikan surau, katanya, akan mampu meminimalisir kenakalan remaja, narkoba, judi dan penyakit masyarakat lainnya. {}