Berita Golkar – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pimpinan Pusat Angkatan Muda Majelis Dakwah Islamiyah (PP AMMDI) bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Syajaratun Thoyyibah DPP Partai Golkar menyelenggarakan Festival Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembinaan generasi muda sekaligus penguatan syiar Islam yang berorientasi pada kualitas dan kebermanfaatan sosial.
Festival Ramadhan 1447 H menghadirkan tiga program utama, yakni Lomba Adzan Tingkat Nasional, Pelatihan Muadzin, serta program sosial AMMDI Berbagi. Ketiganya dirangkai dalam satu agenda besar yang mengintegrasikan pembinaan spiritual, edukasi, dan kepedulian sosial.
Sekretaris Jenderal PP AMMDI, Agus Effendi, menegaskan bahwa adzan bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan simbol utama syiar Islam yang harus dijaga kualitas dan kemuliaannya.
“Adzan adalah identitas dan syiar utama umat Islam. Karena itu, kualitasnya tidak boleh asal-asalan. Melalui lomba dan pelatihan ini, kami ingin memastikan generasi muda memahami tajwid, makharijul huruf, teknik vokal, hingga adab dalam mengumandangkan adzan sesuai tuntunan syariat,” tegas Agus.
Ia menambahkan, kebutuhan muadzin yang terlatih dan memiliki pemahaman keislaman yang baik masih menjadi tantangan di banyak daerah. Festival ini, kata dia, menjadi instrumen kaderisasi yang sistematis.
“Banyak masjid membutuhkan muadzin yang tidak hanya bersuara merdu, tetapi juga memahami ilmu dan adabnya. Ini soal kualitas pelayanan umat. Kita ingin melahirkan muadzin yang bukan hanya kompeten, tetapi juga berakhlak dan siap menjadi bagian dari penguatan dakwah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lomba Adzan Tingkat Nasional menjadi ajang seleksi sekaligus ruang apresiasi bagi para muadzin muda terbaik dari berbagai daerah. Sementara Pelatihan Muadzin dirancang sebagai program pembinaan berkelanjutan, guna memperdalam aspek teknis maupun spiritual dalam mengumandangkan adzan.
Ketua Umum PP AMMDI, Safrin Hi. Yusuf, menegaskan bahwa dakwah generasi muda harus dibangun melalui proses yang edukatif dan berkelanjutan, bukan seremonial semata.
“Festival ini bukan hanya kompetisi, tetapi proses pembinaan. Kita ingin membangun tradisi dakwah yang kuat sejak dini, mempererat ukhuwah lintas daerah, dan menghadirkan generasi muda yang percaya diri menjadi pelayan umat,” ujar Safrin.
Ia juga menekankan bahwa dakwah tidak boleh terlepas dari dimensi sosial. Karena itu, program AMMDI Berbagi menjadi bagian integral dalam rangkaian kegiatan Ramadhan ini, melalui penyelenggaraan ifthar dan aksi berbagi kepada masyarakat.
“Dakwah harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial. Ramadhan adalah momentum memperkuat solidaritas umat. Ketika kita berbagi, kita tidak hanya menebar kebaikan, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan empati,” tegasnya.
Melalui Festival Ramadhan 1447 H, PP AMMDI berharap dapat melahirkan generasi muadzin yang berkualitas, berakhlak, dan memiliki komitmen terhadap dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tingkat nasional.
Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan rangkaian kegiatan dapat diakses melalui Instagram resmi PP AMMDI serta website: ppmajelisdakwahislamiyah.or.id.















