Ravindra Airlangga Dorong Akses Air Bersih Desa Hingga Tingkatkan Kepesertaan BPJS TK di Jonggol

Berita Golkar – Ravindra Airlangga melaksanakan serangkaian kegiatan kunjungan di tiga kecamatan Jonggol, Tanjung Sari dan Sukamakmur.

‎Anggota DPR RI Komisi IX Ravindra Airlangga hadir di Desa Weninggalih Jonggol memantau realisasi Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) untuk kesehatan lingkungan dalam bentuk penyediaan air minum yang merupakan program aspirasi dari kemitraan dengan Kementerian Kesehatan.

‎”Sesuai dengan pertemuan sebelumnya dengan Pimpinan Desa, akses untuk air bersih dan sanitasi adalah salah satu hal perlu diperhatikan pembangunannya,” kata Ravindra, Rabu (7/1/2026).

‎Kata dia, saat ini dengan hadirnya PKTD, satu sekolah serta lebih dari 35 keluarga yang terdaftar melalui kartu keluarga di Desa Weninggalih sudah mendapatkan akses air bersih secara konsisten.

‎Saat berjumpa dan berdialog langsung dengan warga, Ravindra mendapatkan informasi langsung terkait mendesaknya sarana kesehatan lingkungan, khususnya MCK.

Sehingga berharap akses air bersih bisa ditingkatkan lebih lanjut untuk keluarga yang belum mendapatkan air bersih.

‎”Saya meninjau implementasi PKTD Kemenkes RI di Desa Weninggalih. Alhamdulillah, senang sekali melihat program ini berjalan konkret. Melalui perbaikan sanitasi dan penyediaan air bersih,” jelas dia.

‎”Melalui program pompa air ini 35 keluarga yang sebelumnya belum memiliki akses air bersih dan higienis, sekarang mendapatkan akses. Kita sedang membangun benteng pertahanan terhadap stunting dan TBC di tingkat desa. Kesehatan lingkungan adalah pondasi utama kesehatan masyarakat. Terimakasih atas atensi dan dukungan warga dan pimpinan Desa Weninggalih,” tambah dia.

‎Kemudian, pada pertemuan di Desa Pasir Tanjung, Tanjungsari, poin aspirasi adalah harapan agar terwujudnya Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Bogor, lebih khusus untuk pelatihan bahasa asing.

‎”Dengan adanya BLK, kita dapat meningkatkan keterampilan calon tenaga kerja untuk berkarier di Indonesia maupun secara internasional. Disampaikan seorang warga lulusan Politeknik Pembangunan Pertanian misalnya Jepang saat ini membutuhkan tenaga kerja khususnya di bidang pertanian karena penuaan populasinya, hingga hampir satu juta orang,” terang dia.

‎Keterampilan ini sudah banyak dimiliki para ahli pertanian di Kabupaten Bogor, namun terkendala secara bahasa.

‎Lalu, Ravindra melanjutkan saat reses di Kecamatan Sukamakmur, aspirasi warga disampaikan adalah terkait penekanan urgensi peningkatan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, terutama untuk pekerja bukan penerima upah atau informal.

‎”Wilayah seperti Sukamakmur memiliki potensi tenaga kerja yang besar. Khususnya untuk pengembangan agribisnis dan desa wisata. Kami apresiasi BPJS Tenaga Kerja juga terus mensosialisasikan perlindungan untuk pekerja non formal dan mendorong BPJS TK untuk membantu meningkatkan jumlah Pekerja BPU dalam program perlindungan sosial,” tutupnya. {}