Berita Golkar – Robinson Napitupulu menegaskan bahwa Prof. Dr. Suhardiman, SE merupakan satu-satunya pendiri utama Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) yang didirikan pada 20 Mei 1960 dengan semangat perjuangan menolak ekstremisme kiri dan kanan. Penegasan ini disampaikan sebagai upaya meluruskan sejarah sekaligus menjaga marwah perjuangan organisasi dan bangsa.
Selain sebagai pendiri SOKSI, Prof. Dr. Suhardiman juga tercatat sebagai pendiri Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) pada 20 Oktober 1964. Pada Pemilu pertama tahun 1971, Golkar tampil sebagai salah satu organisasi peserta pemilu dan meraih kemenangan dengan perolehan suara terbanyak, menandai peran strategis Suhardiman dalam perjalanan politik nasional.
Robinson Napitupulu menyampaikan bahwa saat ini berbagai elemen tengah memperjuangkan agar almarhum Prof. Dr. Suhardiman ditetapkan oleh pemerintah sebagai Pahlawan Nasional. Hal ini dinilai layak mengingat jasa-jasanya yang konsisten dan tak kenal lelah dalam merebut, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan Republik Indonesia sejak 17 Agustus 1945.
Almarhum Prof. Dr. Suhardiman dikaruniai usia panjang hingga 93 tahun dan menjalani kehidupan perjuangan dalam lima fase sejarah bangsa, mulai dari masa merebut kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, mengisi kemerdekaan melalui pembangunan pada era Orde Lama dan Orde Baru, hingga tetap aktif memasuki era Reformasi. Hingga akhir hayatnya, ia tetap eksis bersama anak-anak ideologisnya dalam mewarnai dinamika politik nasional demi terwujudnya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan.
Nama Prof. Dr. Suhardiman juga dikenal luas karena ramalan politiknya yang menyebut akan lahir seorang pemimpin abad ke-21 yang disebut sebagai Satrio Piningit. Ramalan tersebut disampaikan pada 1992 dan 1997 dan terbukti ketika Joko Widodo terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia pada Pilpres 2014. Robinson Napitupulu mengaku menjadi saksi langsung atas pernyataan tersebut, yang kemudian membuat Suhardiman dijuluki sebagai dukun politik Indonesia.
Prof. Dr. Suhardiman wafat pada Senin, 13 Desember 2015 di kediamannya di Jakarta dalam suasana tenang dan damai. Ia dimakamkan di pemakaman keluarga Villa Evergreen, Desa Tugu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Presiden Joko Widodo hadir melayat almarhum didampingi sejumlah menteri kabinet serta pimpinan lembaga tinggi negara sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar yang telah ditorehkan.
Robinson Napitupulu menegaskan bahwa pengusulan Prof. Dr. Suhardiman sebagai Pahlawan Nasional merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga kebenaran sejarah serta menghargai tokoh bangsa yang telah mengabdikan seluruh hidupnya bagi Indonesia.













