Berita Golkar – Bendahara Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Dadiyono menyoroti kembali maraknya aksi tawuran yang terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan pada awal tahun 2026.
Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai kejadian yang memprihatinkan dan menegaskan pentingnya kesadaran bersama seluruh elemen masyarakat untuk mencegah konflik serupa terulang.
“Kami tentu sangat prihatin. Seluruh elemen masyarakat pasti berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Tawuran sudah berulang kali terjadi dan ini membutuhkan kesadaran bersama serta rasa memiliki terhadap Jakarta,” ujar Dadiyono kepada AkuratJakarta, Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, tawuran tidak akan terjadi apabila warga memiliki pandangan bahwa Jakarta adalah rumah bersama yang harus dijaga. Ia menekankan pentingnya rasa persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Dadiyono juga mengingatkan bahwa upaya menjaga ketertiban dan keamanan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Peran polisi maupun Satpol PP, kata dia, perlu didukung oleh partisipasi aktif masyarakat.
“Ketertiban bukan semata-mata tanggung jawab aparat seperti polisi atau Satpol PP, tetapi juga tanggung jawab seluruh warga Jakarta,” jelasnya.
Anggota Komisi A itu menambahkan, dalam berbagai aturan dan peraturan daerah memang telah diatur peran dinas serta institusi terkait. Namun, masyarakat juga memiliki kewajiban yang sama dalam menjaga ketertiban lingkungan.
“Jika peran aparat dan masyarakat berjalan beriringan, insyaallah Jakarta akan menjadi lingkungan yang aman dan kondusif,” pungkas Dadiyono.
Seperti diketahui, tawuran kembali pecah di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, di awal tahun 2026. Tawuran itu melibatkan sekitar 20 orang dari Gang Tuyul RW 04 dengan warga Magasen RW 12 Kelurahan Manggarai.
Warga yang terlibat tawuran itu bubar begitu anggota kepolisian yang dipimpin Kabagops Polres Metro Jaksel AKBP Hadi Susanto dan Kapolsek Tebet Kompol Iwan Gunawan tiba di lokasi. {}













