Berita Golkar – Legislator Partai Golkar Tolitoli, Jemi Yusuf meminta perhatian serius dari pemerintah dan aparat penegak hukum terhadap kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pertambangan ilegal (PETI) di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Sungai Takudang.
Kerusakan tersebut terjadi di bantaran dan badan sungai bagian hulu, tepatnya di Desa Sibaluton, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.
Jemi Yusuf menegaskan bahwa Sungai Takudang, yang mengalir melewati tiga kecamatan—Basidondo, Lampasio, dan Ogodeide serta beberapa desa seperti Sibalutong, Basi, Kongkomos, Galandau, Marisa, Silondou, Kinapasang, dan Muara Besar, kini menghadapi ancaman serius akibat aktivitas pertambangan ilegal yang merusak ekosistem dan mengancam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, dampak dari kegiatan tambang ilegal ini tidak hanya merusak hutan, tetapi juga memperburuk potensi bencana alam, seperti banjir bandang, yang dapat menghancurkan kebun masyarakat dan mengancam sumber air bersih.
“Jika tidak segera ditangani, dampak kerusakan ini akan semakin parah, dan bukan tidak mungkin bencana serupa seperti yang terjadi di Sumatra beberapa waktu lalu bisa menimpa wilayah kita,” ujar Jemi Yusuf melalui keterangan resminya, Rabu (4/2/2026), dikutip dari TribunPalu.
Selain itu, Jemi juga menyoroti dampak negatif yang ditimbulkan oleh sedimentasi dan pendangkalan sungai akibat aktivitas tambang.
“Sedimentasi ini bisa memperburuk kondisi jalan yang sedang dibangun di Kecamatan Lampasio, yang menghabiskan anggaran hingga 265 miliar rupiah. Proyek yang dicanangkan tiga tahun lalu pun hingga Februari 2026 belum selesai, sementara risiko kerusakan yang disebabkan oleh tambang ilegal justru semakin besar,” tambahnya.
Jemi Yusuf meminta pemerintah provinsi dan kabupaten untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi masalah pertambangan ilegal ini. Ia juga mendesak aparat penegak hukum agar tidak memberi ruang bagi pelaku pertambangan ilegal yang telah merusak lingkungan dan mengancam keselamatan warga.
“Kami di DPRD Tolitoli akan terus mengawasi dan mendorong agar masalah ini segera diselesaikan. Keamanan dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas, dan kami berharap tindakan yang cepat bisa mencegah bencana ekologis yang lebih besar di masa depan,” tegas Jemi Yusuf.
Dengan perhatian lebih dari pemerintah dan penegakan hukum yang tegas, Jemi berharap kerusakan yang terjadi bisa segera ditangani, serta mencegah bencana alam yang lebih meluas di Kabupaten Tolitoli. {}













