Berita Golkar – Momen menegangkan sempat dialami Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud usai meninjau akses Bongan-Sotek yang merupakan jalur alternatif ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (8/1). Mobil rombongan terjebak kondisi medan jalan berlumpur.
Peristiwa itu dibagikan di Instagram Pemprov Kaltim dan akun pribadi Rudy Mas’ud. Bukan hanya karena terjebak di tengah hutan, Gubernur dan rombongan juga harus mengikuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kaltim ke-69 keesokan harinya.
Di jalan yang menghubungkan Kutai Barat (Kubar)-Penajam Paser Utara (PPU) tersebut, mobil Rudy bersama rombongan ambles di Kilometer 84 Bongan-Sotek. Mereka harus menunggu dievakuasi dan baru bisa bergerak kembali pukul 02.00 dini hari, Jumat (9/1/2026), dikutip dari Detik.
Di sela evakuasi, Rudy dan rombongan sempat beristirahat sambil menunggu jalan bisa kembali dilintasi. Beberapa orang rombongan juga tampak menjalankan ibadah salat.
Dalam momen terjebak itu, Rudy sempat menyampaikan ucapan HUT Kaltim. Ia berharap Kaltim bisa menuju generasi emas 2045.
“Kami beserta jajaran Pemprov Kaltim, hari ini kita terhenti sementara di Kilo 84 sambil menunggu dievakuasi. Dari Bongan-Sotek, kami mengucapkan Selamat Ulang Tahun Pemprov Kaltim yang ke-69. Semoga Kaltim selalu jaya sukses menuju Kaltim Emas, Indonesia Emas, Generasi Emas 2045. Pemprov Kaltim Jaya,” kata Rudy dalam video.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal yang juga bagian dari rombongan membenarkan peristiwa tersebut. “Iya (betul sempat terjebak),” ucap Faisal kepada detikKalimantan, Sabtu (10/1/2026).
Usai melakukan perjalanan, rombongan Gubernur Kaltim kembali dan sempat mengikuti upacara peringatan HUT Kaltim ke-69. Rudy membuka kegiatan peringatan hari jadi Benua Etam dengan pemotongan pita yang berjalan selama 3 hari, mulai 9-11 Januari 2026.
Untuk diketahui, jalan rusak tersebut nantinya bakal menjadi akses strategis menuju IKN dengan panjang sekitar 105 km. Jalur ini menghubungkan wilayah PPU dan Kubar, melalui Kutai Kartanegara (Kukar) dan Paser.
Pembangunan jalan ini direncanakan mulai 2027 setelah tahap perencanaan 2026. Prosesnya akan melibatkan Pemprov Kaltim, Kementerian PUPR, dan OIKN. {}













