Usai Insiden KM Putri Sakinah, Gubernur NTT Melki Laka Lena Janji Evaluasi Total Keselamatan Wisata Bahari

Berita Golkar – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, pasca pencarian para korban kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat akan dilakukan evaluasi secara total terkait keselamatan pelayaran di wilayah Taman Nasional Komodo.

Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan itu kepada TRIBUNFLORES.COM, Selasa 30 Desember 2025 di Ruteng.

“Setelah ini evaluasi total keselamatan pelayaran dan wisata bahari di Labuan Bajo dan daerah NTT lainnya agar soal yang sama jangan terulang kembali,”ujarnya.

Adapun kapal Wisata Putri Sakina tenggelam di selat Padar, Teman Nasional Komodo, Jumat 26 Desember 2025 malam. Kapal tersebut mengangkut 11 orang penumpang selain crew kapal termasuk guide, juga 6 orang wisatawan asing asal Spanyol.

Dari 11 orang itu, empat orang turis dinyatakan hilang, sedangkan 2 berhasil selamat. Namun pada ketiga oleh Tim SAR Gabungan 1 jenazah korban kapal tenggelam tersebut berhasil ditemukan. Sedangkan korban Fernando Martin Carreras, pelatih Tim B Putri klub Liga Spanyol Valencia bersama 2 anaknya masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

Operasi Pencarian Hari Kelima

Dalam operasi hari kelima ini, Tim SAR Gabungan mengerahkan lima orang penyelam, terdiri atas satu penyelam Basarnas dan empat penyelam dari P3Kom. Penyelaman dilakukan sejak pagi hari menggunakan Kapal RIB 03 milik Ditpolairud Polda NTT, dengan dukungan personel dari Baharkam Polri dan Ditpolairud Polda NTT.

Tim penyelam telah melakukan dua kali penyelaman. Pada titik pertama, penyelaman tidak berlangsung lama karena arus laut cukup deras, sehingga tim harus segera naik ke permukaan demi menjaga keselamatan. Setelah itu, tim berpindah ke titik kedua yang dinilai lebih memungkinkan untuk dilakukan pencarian lanjutan.

Di titik kedua tersebut, penyelaman berlangsung hampir satu jam dengan kedalaman sekitar 12 hingga 14 meter. Area ini menjadi fokus pencarian berdasarkan evaluasi pergerakan arus laut serta temuan-temuan sebelumnya di sekitar lokasi kejadian.

Meski belum membuahkan hasil, tim SAR Gabungan memastikan operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan kondisi cuaca, kekuatan arus laut, dan tingkat keselamatan penyelam di lapangan.

Gubernur Melki mengatakan saat ini masih dalam fokus membantu tim untuk melakukan pencarian dan mengevakuasi korban.

‘Saat ini kita fokus bantu tim penyelamat evakuasi korban. Setelah ini baru evaluasi total keselamatan pelayaran dan wisata bahari di labuan bajo dan daerah NTT lainnya agar soal yang sama terulang kembali,” pungkasnya. {}