Wabup Intan Nurul Hikmah Ajak Sekolah di Tangerang Wujudkan Pendidikan Aman dan Inklusif

Berita GolkarWakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meminta semua pihak untuk menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang aman, toleran, dan menghargai keberagaman.

Hal tersebut disampaikan Wabup Intan Nurul Hikmah saat membuka Kegiatan Orientasi Ekstrakurikuler Keputrian dan Advokasi Pendidikan Inklusif untuk Sekolah Dasar se-Kabupaten Tangerang, yang digelar di Aula Gedung Diklat Kitri Bakti Curug.

“Saya ingin tegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan hanya tentang fasilitas, tetapi tentang pemenuhan hak setiap anak untuk mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi. Sekolah harus menjadi lingkungan yang mengayomi, memberikan rasa aman, dan menghargai keberagaman,” tegas Wabup Intan Nurul Hikmah, dikutip dari Indopolitika.

Wabup Intan Nurul Hikmah mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang telah meluncurkan kegiatan Ekstrakurikuler Keputrian pada 21 April 2025 sebagai bagian dari upaya membangun generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

“Program ini bukan hanya untuk menguatkan kapasitas peserta didik perempuan, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan karakter dan pendidikan moral bagi seluruh anak,” jelasnya.

Ia menambahkan, peran guru sangatlah besar. Guru bukan hanya sebagai penyampai ilmu dan pengetahuan, tetapi juga penguat karakter, pelindung bagi anak, serta pembentuk masa depan bangsa.

Melalui kegiatan ini, ia berharap semakin tumbuh komitmen bersama untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang benar-benar ramah anak, aman, merata, dan inklusif.

“Dengan semangat kolaborasi, marilah bersama-sama kita wujudkan Kabupaten Tangerang sebagai daerah yang unggul dalam pelayanan pendidikan, terutama pendidikan yang aman, ramah anak, merata, dan inklusif,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk melakukan refleksi atas pelaksanaan Ekstrakurikuler Keputrian yang telah dimulai sejak April 2025, tetapi juga sebagai upaya bersama untuk menguatkan komitmen pencegahan dan penanganan perundungan serta kekerasan di lingkungan sekolah.

“Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 780 guru sekolah dasar, yang menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kita. Ada 7 orang Tim Pengembang Ekstrakurikuler Keputrian Kabupaten Tangerang dan 1 orang tim ahli pendidikan inklusif dari Kabupaten Tangerang,” jelas Agus.

Pihaknya berharap, kegiatan tersebut dapat semakin mendorong seluruh sekolah dasar agar pelaksanaan Ekstrakurikuler Keputrian sebagai sarana pembentukan karakter generasi Kabupaten Tangerang dapat berjalan semakin optimal.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, anak-anak didik kita bisa menjalani masa-masa pembelajaran dengan penuh kebahagiaan, dan pelaksanaan Ekstrakurikuler Keputrian semakin optimal,” ujarnya. {}