Wagub Gorontalo, Idah Syahidah: Korupsi Tak Pandang Jabatan, Integritas Jadi Kunci Pencegahan

Berita Golkar – Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai risiko serta konsekuensi hukum dari tindak pidana korupsi di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa hukum.

Hal itu disampaikan wagub, secara langsung saat membuka kegiatan Hari Anti Korupsi Dunia (HARKODIA) yang digelar oleh Sekolah Anti Korupsi (SAKSI) Fakultas Ilmu Hukum Universitas Ichsan Gorontalo, di Bumi Cerah Bulontalangi, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (27/12/2025).

Wagub  mengajak para peserta untuk melihat korupsi tidak sekadar persoalan angka uang yang besar, yang kerap mencapai miliaran atau triliunan rupiah.

Menurut wagub, akar masalah korupsi bisa bermula dari hal-hal yang sering dianggap sepele, seperti kelalaian, kesalahan administrasi, hingga penyalahgunaan wewenang.

“Korupsi bisa menjerat siapa saja, dari pejabat tinggi hingga aparatur di tingkat desa. Ini menunjukkan bahwa korupsi tidak memandang jabatan atau latar belakang,” ujar Wagub, dikutip dari InfoPublik.

Lebih lanjut, perempuan pertama yang menduduki jabatan Wakil Gubernur Gorontalo itu menegaskan bahwa korupsi tidak memandang latar belakang pribadi seseorang. Sifat religius, kepandaian, atau keterpandangan seseorang bukanlah jaminan untuk kebal dari jerat korupsi.

“Ketika ada kesempatan dan integritas serta iman tidak kuat, maka keinginan untuk memperkaya diri sendiri dapat muncul dan menjadi awal terjadinya korupsi,” jelas Idah.

Ia menyoroti fakta bahwa sering kali publik terkejut ketika figur yang dikenal baik dan santun justru terjerat kasus korupsi.

Mengambil pelajaran dari pengalamannya berkecimpung di dunia politik, Idah bersyukur bahwa dirinya dan keluarga, termasuk suaminya mantan Gubernur Gorontalo dua periode, dapat menjaga diri dari praktik korupsi.

Ia menyebutkan, peran strategis perempuan, khususnya dalam lingkungan keluarga, untuk membangun benteng integritas. “Kita bisa saling mengingatkan agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum,” tuturnya.

Di hadapan para mahasiswa Fakultas Ilmu Hukum yang merupakan calon penegak hukum dan generasi penerus bangsa, Wagub berpesan agar mereka sungguh-sungguh mempelajari ilmu hukum beserta segala risikonya.  Pemahaman yang komprehensif ini dinilai krusial dalam kontribusi mereka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Sebagai bentuk pendekatan yang personal dan apresiasi, dalam kesempatan tersebut Idah turut membagikan menu makanan khas, Mie Godok, yang dibawanya sendiri untuk dinikmati oleh seluruh mahasiswa dan perwakilan dosen yang hadir.

Kegiatan HARKODIA itu merupakan agenda rutin Fakultas Ilmu Hukum Universitas Ichsan Gorontalo yang bertujuan menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini kepada mahasiswa, menciptakan kesadaran kolektif akan bahaya dan dampak luas dari korupsi. {}