Berita Golkar – Walikota Cilegon, Robinsar, turun langsung meninjau kondisi 450 warga terdampak banjir di Lingkungan Sambirata, RT 03 RW 03, Kecamatan Cibeber, Minggu (11/1/2026) malam.
Berdasarkan pantauan Fakta Banten, Robinsar didampingi Ketua DPRD Kota Cilegon serta Kapolres Cilegon beserta jajaran menyusuri permukiman warga yang terdampak.
Di sela peninjauan, terlihat Walikota berdialog langsung dengan warga untuk mendengar aspirasi sekaligus membagikan nasi bungkus kepada masyarakat terdampak banjir.
Walikota Cilegon Robinsar mengatakan, bahwa peninjauan tidak hanya dilakukan di Sambirata, tetapi juga di sejumlah titik banjir lain di Kota Cilegon.
“Tadi kita kumpul di Sambirata sini, tapi kita juga muter ke beberapa titik banjir yang ada di Kota Cilegon,” ujar Robinsar saat ditemui di lokasi, dikutip dari FaktaBanten.
Ia juga menegaskan, langkah mitigasi akan segera dilakukan mulai dari tingkat RT, RW hingga pemerintah kecamatan.
“Besok kita akan mitigasi. Dari RT, RW, pak lurah dan pak camat, kebutuhannya TPT dan juga pengangkatan segmen. Insyaallah besok kami sudah mulai menurunkan alat-alat berat dan dump truck,” jelasnya.
Menurut Robinsar, pihaknya juga telah mendata sejumlah tanggul yang jebol akibat banjir.
“Ada beberapa tanggul yang jebol, sudah kita data dan evaluasi. Wilayah yang jebol-jebol itu segera dilakukan perbaikan untuk meminimalisir banjir,” katanya.
Untuk kebutuhan warga, kata Robinsar, Pemkot Cilegon juga tengah menyiapkan dapur umum.
Selain itu saat ditanya awak media terkait pelebaran sungai, menurut Robinsar harus perlunya kajian menyeluruh.
“Kalau soal sungai, intinya kita perlu kajian yang komprehensif. Kita wacanakan ada kajian yang menyeluruh pola utamanya, nanti dengan Pak Dewan difokuskan untuk penanggulangan secara umum,”tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ikhwan menyampaikan, bahwa penanganan banjir dilakukan secara bersama-sama dengan unsur Forkopimda.
“Penanganan banjir ini bersama Forkopimda semua. Alhamdulillah tadi kita sudah mencatat beberapa penyebab banjir, karena ada TPT yang jebol,” ujarnya.
Rizki memastikan penanganan darurat akan segera dilakukan.
“Besok kita akan mendorong mobil dump truck dan alat berat untuk segera diproses,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya clustering titik banjir agar penanganan lebih tepat sasaran.
“Makanya kita dorong agar dibuat clustering titik banjir, mana yang berat, sedang, dan ringan, supaya penanggulangannya berbeda. Yang berat harus didahulukan,” tegasnya.
Rizki pun meminta OPD teknis bergerak cepat.
“Saya minta PU Perkim dan OPD teknis menentukan mana yang berat untuk segera ditangani, supaya tidak tanda kutip menjadi langganan banjir,” pungkasnya. {}













