Wamen P2MI Christina Aryani Sebut PMI Terampil Dibidik Bahrain, Gaji Sektor Kesehatan Capai Rp. 17,5 Juta

Berita GolkarNegara Bahrain memiliki ketertarikan merekrut lebih banyak pekerja migran Indonesia (PMI) yang terampil khususnya di sektor kesehatan.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, saat membahas peluang penempatan sektor formal dan terampil dengan Duta Besar RI untuk Kerajaan Bahrain, Ardi Hermawan, secara daring.

Christina menjelaskan, data yang ada, lebih dari 5.000 WNI bekerja di Bahrain. Dengan 900 di antaranya merupakan skilled workers, misalnya pekerja di sektor teknologi informasi, perhotelan, rumah sakit, restoran dan kafe.

“Bahrain menyampaikan ini dan menjadi peluang yang perlu kita matangkan bersama,” ujarnya, Selasa (3/2/2026), dikutip dari Akurat.

Menurut Christina, besaran gaji yang diterima cukup kompetitif untuk penempatan pekerja terampil sektor kesehatan di kawasan Timur Tengah. Gaji untuk pekerja sektor kesehatan mencapai 400 Dirham Bahrain atau sekitar Rp17,5 juta.

“Selain tenaga kesehatan, peluang penempatan juga terbuka untuk sektor lain seperti welder atau tukang las, teknisi konstruksi, dan tenaga teknis lainnya,” katanya.

Keduanya juga membahas kemungkinan penguatan kerja sama penempatan pekerja migran melalui skema antarpemerintah atau government to private (G to P).

Termasuk, penjajakan kerja sama langsung dengan end user, serta peluang penyusunan nota kesepahaman (MoU) terkait rencana penempatan pekerja migran terampil.

“Kementerian P2MI membuka kemungkinan untuk melakukan kunjungan langsung ke Bahrain. Untuk bertemu dengan Labour Market Regulatory Authority (LMRA), lembaga yang mengatur ketenagakerjaan dan pasar kerja di negara tersebut,” jelas Christina. {}