Zigo Rolanda Tinjau Perbaikan Intake PDAM Padang, Pastikan Layanan Air Bersih Pulih Pasca Banjir

Berita GolkarAnggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Zigo Rolanda melakukan peninjauan langsung terhadap progres perbaikan dua intake PDAM di Kota Padang, yakni Intake Kampuang Koto dan Intake Lubuk Paraku.

Hal itu dilakukan guna memastikan layanan air bersih bagi masyarakat dapat segera kembali normal pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Dalam kunjungan ini, Zigo didampingi Wali Kota Padang, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Kepala Balai BPBPK Sumatera Barat, Kepala Balai P3KP Perumahan Sumatera III, perwakilan BWS Sumatera V, serta Direktur Utama PDAM Kota Padang.

Kunjungan pertama dilakukan ke Intake Kampuang Koto di Kecamatan Nanggalo yang memiliki kapasitas 500 liter/detik. Intake ini masih lumpuh sementara akibat tertutup sedimen dan material banjir.

Zigo menegaskan pentingnya percepatan pembersihan agar suplai air bersih di kawasan sekitar dapat segera kembali mengalir. Setelah itu, rombongan meninjau Intake Lubuk Paraku berkapasitas 200 liter/detik untuk memastikan proses perbaikannya terus berjalan.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak menunggu terlalu lama. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh tertunda,” ujar Zigo dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025), dikutip dari Viva.

Zigo meminta Wali Kota Padang merangkum secara komprehensif data kerusakan akibat banjir di seluruh wilayah Kota Padang. Data tersebut akan segera disampaikan ke kementerian terkait untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Terkait hunian bagi warga yang kehilangan rumah, Zigo menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat telah menyiapkan program relokasi sesuai arahan Presiden Prabowo.

Pemerintah Kota diminta menyediakan lahan untuk kawasan permukiman baru, sementara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman akan membangun rumah khusus bagi warga yang rumahnya rusak total atau hanyut.

Relokasi dilakukan berdasarkan persetujuan warga dan memastikan mereka pindah ke lokasi yang lebih aman dari risiko bencana. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan mendesak di posko pengungsian, Zigo memastikan ketersediaan air bersih menjadi prioritas utama.

Sebanyak 58 hidran umum (HU) akan dipasang oleh Balai BPBPK Sumatera Barat, ditambah 10 mobil tangki air serta dukungan dua unit mobil tangki dari Jambi untuk memasok air ke seluruh HU tersebut. “Air bersih tidak boleh terlambat. Keterlambatan akan menimbulkan masalah kesehatan baru bagi para pengungsi,” tegasnya.

Selain itu, Zigo juga meninjau posko pengungsian di Guo dan Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, bersama Wakil Ketua DPRD Sumbar, Anggota DPRD Kota Padang, dan Kepala Balai P3KP Perumahan Sumatera III. {}