50 Ribu Nakes Siap Go Global, Wamen P2MI Christina Aryani Perkuat Akses Kerja Luar Negeri

Berita Golkar – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkolaborasi untuk meningkatkan penyerapan tenaga kesehatan Indonesia ke pasar kerja luar negeri seiring dengan diproyeksikannya lulusan tenaga kesehatan mencapai 50 ribu orang pada 2029.

Menurut pernyataan resmi dari KP2MI di Jakarta, Kamis (2/4/2026), Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengatakan kolaborasi antara KP2MI dan Kemenkes menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi guna membuka akses kerja luar negeri bagi tenaga kesehatan Indonesia.

Hal itu disampaikan olehnya setelah penandatanganan perjanjian kerja sama terkait penyiapan pekerja migran sektor kesehatan melalui pembentukan Migrant Career Center di lingkungan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes di Jakarta.

Menurut Christina, minat bekerja di luar negeri cukup tinggi, tetapi terhalang oleh keterbatasan akses informasi terkait sertifikasi, persyaratan, hingga administrasi penempatan.

“Lewat kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan ekosistem yang lebih kuat dan terintegrasi, sehingga lulusan tenaga kesehatan, khususnya perawat, dapat mengakses informasi dan peluang kerja luar negeri lebih mudah dan terarah,” jelasnya, dikutip dari Antaranews.

Christina juga mengatakan bahwa kerja sama antara KP2MI dan Kemenkes itu bertujuan untuk menyiapkan tenaga kesehatan Indonesia yang berdaya saing di pasar global.

Diketahui bahwa Kemenkes saat ini membawahi 38 Politeknik Kesehatan yang konsisten mencetak tenaga kesehatan, termasuk perawat. Jumlah lulusan diproyeksikan mencapai 50 ribu orang pada 2029, sedangkan tingkat penyerapan tenaga kesehatan Indonesia ke pasar luar negeri baru mencapai 10 persen.

KP2MI menyebutkan bahwa penempatan tenaga kesehatan Indonesia telah berjalan di Jerman dan Jepang, serta sedang menjajaki peluang kerja sama baru dengan Bulgaria.

Christina mengatakan peluang penempatan tenaga kesehatan nantinya akan terus diperluas seiring dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja global akibat fenomena aging population di berbagai negara.

“Lewat kolaborasi yang kuat, tenaga kesehatan Indonesia bisa semakin kompetitif dan mendapatkan akses kerja yang aman, legal, serta memberikan manfaat optimal,” kata Christina.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono berharap agar lulusan Politeknik Kesehatan yang mengisi peluang kerja di luar negeri semakin meningkat.

“Informasi terkait peluang kerja luar negeri pun bisa didapatkan dengan lebih menyeluruh lewat kolaborasi dua kementerian ini,” ujarnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *