DPP, Slipi  

Membangun Jembatan Baru Partai Golkar-Partai Belaya Rus

Berita Golkar – Hubungan antarnegara tidak pernah hanya dibangun melalui pertemuan para kepala negara. Ia juga tumbuh dari komunikasi antarmasyarakat, antarlembaga, dunia pendidikan, dunia usaha, dan tentu saja antarkekuatan politik.

Karena itu, ketika Partai Politik Belarus Belaya Rus menyampaikan surat persahabatan kepada Partai Golkar dan menawarkan peningkatan kerja sama antarkedua partai, saya memandangnya bukan sekadar sebagai komunikasi politik biasa. Saya melihatnya sebagai sebuah peluang untuk membuka jembatan baru diplomasi Indonesia–Belarus.

Atas nama Partai Golkar, saya menyampaikan penghargaan dan rasa bahagia atas persahabatan tersebut. Tawaran untuk membangun kerja sama yang lebih sistematis melalui kunjungan delegasi, konsultasi, pertukaran informasi, partisipasi dalam forum internasional, serta pertukaran pengalaman mengenai pembangunan politik dan ekonomi merupakan gagasan yang sangat konstruktif.

Terlebih lagi, komunikasi antarkedua partai tersebut hadir pada momentum yang sangat tepat.

Pada 2 Juli 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko di Jakarta. Pertemuan kedua kepala negara menghasilkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030, yang dimaksudkan untuk memberikan arah kerja sama kedua negara selama lima tahun ke depan.

Sejumlah kesepakatan juga dicapai di berbagai bidang, termasuk kesehatan, budaya, industri, sains dan teknologi, jasa keuangan, serta sektor lainnya.

Bagi saya, perkembangan tersebut menunjukkan satu hal penting: hubungan Indonesia dan Belarus sedang memasuki babak baru.

Dan hubungan antarpemerintah tersebut perlu diperkuat oleh hubungan antarlembaga dan antarmasyarakat.

Diplomasi Tidak Hanya Milik Pemerintah

Dalam dunia yang semakin kompleks, diplomasi tidak boleh dipahami secara sempit sebagai urusan kementerian luar negeri atau pertemuan kepala negara.

Partai politik juga mempunyai tanggung jawab untuk membangun komunikasi internasional.

Partai politik memiliki jaringan, kader, pemimpin muda, anggota parlemen, akademisi, serta berbagai komunitas yang dapat menjadi bagian dari kekuatan diplomasi sebuah bangsa.

Inilah yang saya sebut sebagai diplomasi partai atau party-to-party diplomacy.

Diplomasi semacam ini bukan dimaksudkan untuk menggantikan diplomasi pemerintah. Justru sebaliknya, ia menjadi salah satu instrumen pendukung diplomasi negara.

Ketika hubungan antarpemerintah semakin erat, hubungan antarlembaga politik seharusnya ikut tumbuh. Dengan demikian, persahabatan antarnegara tidak hanya berada di tingkat elite pemerintahan, tetapi memiliki akar yang lebih luas di tengah masyarakat.

Karena itu, saya melihat tawaran Partai Belaya Rus kepada Partai Golkar sebagai sebuah kesempatan yang harus disambut secara positif.

Belajar Tanpa Harus Menyeragamkan

Indonesia dan Belarus tentu memiliki sejarah, pengalaman politik, karakter masyarakat, serta lingkungan geopolitik yang berbeda.

Namun, perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk tidak saling belajar.

Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam menjaga persatuan bangsa yang sangat majemuk. Kita memiliki ribuan pulau, beragam suku, agama, bahasa dan kebudayaan, tetapi terus berusaha menjaga Indonesia sebagai satu kesatuan.

Di sisi lain, Belarus memiliki pengalaman sendiri dalam membangun negara, mengembangkan industri, menjaga ketahanan ekonomi, mengembangkan teknologi dan menghadapi dinamika geopolitik di kawasan Eurasia.

Dari perbedaan itulah justru dapat lahir ruang pembelajaran.

Kerja sama tidak berarti satu bangsa harus menjadi seperti bangsa lainnya.

Kerja sama berarti kita saling bertukar pengalaman, mengambil hal-hal yang bermanfaat, dan tetap mempertahankan identitas serta kepentingan nasional masing-masing.

Bagi Partai Golkar, prinsip tersebut sangat penting.

Dari Pertemuan Seremonial Menjadi Kerja Sama Nyata

Saya berharap hubungan Partai Golkar dan Partai Belaya Rus tidak berhenti pada pertemuan formal, pertukaran surat atau kunjungan delegasi.

Kita harus bergerak lebih jauh.

Kedua partai dapat membangun forum konsultasi politik secara berkala. Kita dapat mengembangkan pertukaran delegasi pemuda dan perempuan. Kita dapat membuka dialog antara para anggota parlemen, akademisi, think tank, dan para ahli ekonomi kedua negara.

Pertukaran pengalaman dapat dilakukan dalam berbagai bidang: pembangunan ekonomi, industrialisasi, ketahanan pangan, energi, pendidikan, teknologi, pengembangan sumber daya manusia, hingga tantangan geopolitik global.

Hal tersebut menjadi semakin relevan karena pemerintah Indonesia dan Belarus sendiri telah menetapkan kerangka kerja sama 2026–2030 serta menyepakati sejumlah sektor prioritas. Pemerintah Indonesia juga menyebut Belarus sebagai mitra penting di kawasan Eurasia, dengan potensi kerja sama antara lain dalam industrialisasi, ketahanan pangan dan penguatan kapasitas manufaktur.

Artinya, diplomasi partai dapat menjadi jembatan sosial-politik yang membantu menerjemahkan hubungan bilateral menjadi hubungan yang lebih dekat dan berkelanjutan.

Golkar dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Partai Golkar memahami bahwa politik luar negeri merupakan bagian penting dari kepentingan nasional Indonesia.

Karena itu, membangun hubungan dengan Belarus tidak boleh dipahami dalam kerangka keberpihakan Indonesia kepada blok atau kekuatan tertentu.

Indonesia mempunyai politik luar negeri sendiri: bebas dan aktif.

Kita bersahabat dengan semua negara, membangun kerja sama dengan sebanyak mungkin pihak, tetapi tetap berdiri tegak di atas kepentingan nasional Indonesia.

Dalam dunia yang sedang mengalami perubahan besar, sikap tersebut justru semakin penting.

Konflik geopolitik, perubahan pusat kekuatan ekonomi, persaingan teknologi, ketahanan energi dan pangan, serta ketidakpastian ekonomi global mengharuskan Indonesia memiliki sebanyak mungkin jaringan persahabatan dan kerja sama.

Karena itu, membuka komunikasi dengan partai politik dari negara lain bukan berarti kehilangan independensi.

Sebaliknya, memperluas jaringan persahabatan adalah bagian dari memperkuat posisi Indonesia di dunia.

Membangun Persahabatan Jangka Panjang

Saya menyambut dengan penuh penghargaan surat persahabatan Partai Belaya Rus kepada Partai Golkar.

Saya memandang surat tersebut sebagai sebuah awal, bukan akhir.

Kita memiliki kesempatan untuk membangun sebuah model baru hubungan antarkekuatan politik: hubungan yang dilandasi kesetaraan, saling menghormati, saling belajar dan memberikan manfaat.

Jika pemerintah membangun hubungan bilateral melalui diplomasi negara, maka partai politik dapat memperkuatnya melalui diplomasi persahabatan.

Kita dapat mempertemukan generasi muda Indonesia dan Belarus.

Kita dapat memperluas komunikasi antarlembaga.

Kita dapat saling bertukar gagasan mengenai masa depan.

Kita dapat membuka ruang kerja sama ekonomi, pendidikan, kebudayaan dan teknologi.

Dan yang tidak kalah penting, kita dapat membangun pemahaman yang lebih baik antara masyarakat Indonesia dan Belarus.

Hubungan antarmanusia sering kali bertahan lebih lama daripada perubahan politik.

Karena itu, investasi terbesar dalam diplomasi sesungguhnya bukan hanya berupa perjanjian dan dokumen, melainkan kepercayaan.

Jakarta–Minsk: Jembatan Persahabatan Baru

Hubungan Indonesia dan Belarus hari ini memiliki momentum yang baik.

Kunjungan Presiden Lukashenko ke Indonesia, peluncuran Peta Jalan Kerja Sama 2026–2030, serta berbagai kesepakatan bilateral menunjukkan adanya kemauan politik untuk membawa hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih konkret.

Bahkan, pemerintah Indonesia kemudian memberikan fasilitas bebas visa kunjungan bagi warga Belarus mulai 9 Juli 2026. Ini merupakan langkah yang berpotensi semakin memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Maka, menjadi sangat penting jika momentum tersebut juga diikuti oleh semakin eratnya hubungan antara Partai Golkar dan Partai Belaya Rus.

Kita tidak sedang membangun hubungan untuk kepentingan sesaat.

Kita sedang membangun jembatan persahabatan untuk masa depan. Bagi Partai Golkar, pintu itu terbuka.

Dengan semangat saling menghormati dan kesetaraan, kami menyambut baik keinginan Partai Belaya Rus untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama antarkedua partai.

Dari Jakarta ke Minsk, kita dapat membangun sebuah jembatan baru: jembatan diplomasi partai, jembatan pertukaran gagasan, dan terutama jembatan persahabatan antara Indonesia dan Belarus.

Sebab pada akhirnya, diplomasi bukan hanya tentang bagaimana sebuah negara berbicara kepada dunia.

Diplomasi adalah tentang bagaimana kita membangun kepercayaan dengan dunia. Dan dari kepercayaan itulah kerja sama, persahabatan, serta kemajuan bersama dapat tumbuh. []

Oleh: Prof. Ali Mochtar Ngabalin, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Luar Negeri dan Hubungan Internasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *