Berita Golkar – Gerakan Pangan Murah yang digelar Badan Pangan Nasional bersama Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dadang M. Naser, berlangsung di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang momentum hari besar keagamaan.
Acara tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, unsur Muspika Baleendah, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Upaya Jaga Stabilitas Harga Pangan
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan I Gusti Ketut Astawa menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, terutama menjelang periode permintaan yang biasanya meningkat,” ujar I Gusti Ketut Astawa, dikutip dari PikiranRakyat.
Ia menambahkan, kegiatan serupa terus digencarkan di berbagai daerah untuk memperkuat distribusi pangan sekaligus menekan potensi inflasi pangan.
Dadang M. Naser Dorong Penguatan Sektor Pertanian
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser mengatakan kegiatan Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membantu masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Melalui program ini kita ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan,” kata Dadang.
Dalam kesempatan tersebut, Dadang juga memaparkan sejumlah capaian program yang telah diperjuangkannya selama sekitar 10 bulan menjabat sebagai anggota DPR RI. Beberapa di antaranya meliputi penyaluran bantuan benih padi untuk lahan seluas 18.000 hektare, distribusi sekitar 200 unit alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani yang terdaftar dalam Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.
Selain itu, ia juga mendorong pengembangan komoditas hortikultura seperti anggur dan buah-buahan guna mengurangi ketergantungan terhadap impor. “Petani harus terus kita dorong agar mampu meningkatkan produksi. Dengan begitu ketahanan pangan nasional semakin kuat dan kesejahteraan petani juga meningkat,” ujarnya.
Bantuan Pertanian hingga Peternakan
Dadang juga menyampaikan sejumlah program lainnya yang telah disalurkan kepada masyarakat, di antaranya bantuan 12.000 ekor ayam petelur kepada 20 kelompok tani yang terdaftar di Simluhtan, pengawalan distribusi pupuk bagi petani, hingga pemberian ratusan alat mesin tangkap ikan bagi nelayan.
Tak hanya itu, ia juga menginisiasi program agroforestry sebagai upaya mengatasi kerusakan hutan serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. Dalam bidang pendidikan, Dadang turut memberikan kesempatan beasiswa bagi lulusan SMA sederajat untuk mengikuti seleksi Pentaru di Politeknik Kelautan dan Perikanan.
Dibuka Secara Simbolis dengan Pengguntingan Pita
Acara Gerakan Pangan Murah kemudian dibuka secara resmi melalui prosesi pengguntingan pita oleh Dadang M. Naser yang didampingi Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan I Gusti Ketut Astawa.
Dengan dibukanya kegiatan tersebut, masyarakat yang hadir dapat langsung mengakses berbagai bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Pemerintah berharap program Gerakan Pangan Murah dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di daerah. []



