Berita Golkar – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai penutupan kembali jalur strategis Selat Hormuz merupakan perkembangan yang patut dicermati dengan serius. Ia menekankan pentingnya diplomasi Indonesia demi kepentingan nasional dan perdamaian dunia.
Menurut Dave, langkah penutupan kembali Selat Hormuz mencerminkan bahwa eskalasi ketegangan muncul akibat dugaan pelanggaran dilakukan Israel dengan menyerang Beirut di tengah kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Situasi ini, kata Dave, tentu menimbulkan dampak besar, tidak hanya bagi stabilitas kawasan, tetapi juga bagi kelancaran perdagangan energi dunia yang sangat bergantung pada jalur tersebut.
“Dalam konteks ini, Indonesia melalui Komisi I DPR RI menegaskan pentingnya agar semua pihak kembali mengedepankan diplomasi dan menghormati komitmen yang telah disepakati,” ujar Dave kepada wartawan, Jumat (10/4/2026), dikutip dari VOI.
Dave menegaskan, penegakan gencatan senjata harus dijalankan secara konsisten. Karena hanya dengan kepatuhan penuh terhadap kesepakatan perdamaian, kata dia, stabilitas kawasan dapat terjaga dan eskalasi konflik dapat dihindari.
“Kami percaya bahwa momentum diplomasi tetap terbuka. Indonesia, sesuai amanat konstitusi dan politik luar negeri yang bebas aktif, akan terus mendorong terciptanya solusi damai yang berkeadilan,” kata Dave.
Dave menyatakan, Komisi I DPR RI berkomitmen untuk mendukung setiap langkah pemerintah dalam menjaga kepentingan nasional sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai bagian dari komunitas internasional yang menjunjung tinggi perdamaian dunia. []



