Berita Golkar – Wakil Ketua Umum Badan Perlindungan Lansia (BP Lansia) Pusat sekaligus politisi senior Partai Golkar dan tokoh SOKSI, Robinson Napitupulu, menyampaikan refleksi mendalam atas perjalanan panjang perjuangan SOKSI dalam dinamika politik nasional, khususnya dalam mengawal kepemimpinan Joko Widodo.
Dalam pernyataannya, Robinson mengungkapkan bahwa selama lebih dari dua dekade, sejak Santiaji 1992 hingga momentum politik 2014, perjuangan dilakukan dengan pengorbanan besar, bahkan secara mandiri tanpa pamrih. Namun, ia juga menyoroti adanya realitas sosial yang menurutnya masih menyisakan tantangan bagi masyarakat.
“Kami berjuang selama 23 tahun, menggerakkan massa, mendukung proses demokrasi hingga mengantarkan kepemimpinan nasional. Namun di sisi lain, kita masih melihat rakyat menghadapi kesulitan dan berbagai persoalan mendasar. Ini menjadi refleksi yang mendalam bagi kami,” ujar Robinson.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai sebuah paradoks yang perlu disikapi secara bijaksana dan konstruktif, tanpa mengurangi semangat kebangsaan dan komitmen terhadap persatuan.
Robinson juga menegaskan bahwa berbagai catatan sejarah terkait peran SOKSI dalam perjalanan politik nasional telah terdokumentasi dengan baik, baik melalui arsip, dokumentasi kegiatan, maupun rekam jejak di berbagai momentum penting.
“Sejarah itu tidak hilang. Dokumentasi, arsip, dan fakta-fakta yang ada menjadi bukti perjalanan panjang tersebut. Tugas kita adalah mencatat dan menyampaikannya kepada publik secara objektif,” katanya.
Ia mendorong agar upaya pelurusan sejarah dilakukan melalui berbagai medium, termasuk penulisan buku, dokumentasi, hingga penyebaran informasi kepada masyarakat luas, agar kontribusi organisasi dan tokoh-tokohnya dapat dipahami secara utuh.
Lebih lanjut, Robinson menekankan pentingnya menjaga semangat pengabdian sebagaimana yang diajarkan oleh pendiri SOKSI, Suhardiman, yang dikenal dengan prinsip kerja tekun dan konsisten dalam memperjuangkan kepentingan bangsa.
“Nilai yang diajarkan adalah ketekunan dan kerja nyata. Kita terus melanjutkan pengabdian, tidak berhenti pada satu fase, tetapi terus berjalan untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh kader dan tokoh yang terus menjaga semangat perjuangan tersebut, termasuk dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Menurutnya, tantangan ke depan adalah memastikan bahwa semangat perjuangan tersebut dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita menjadikan pengalaman ini sebagai energi untuk terus membangun, memperkuat persatuan, dan memastikan kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas,” tegas Robinson.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap optimis dan tidak berhenti berkontribusi bagi Indonesia. “Perjuangan belum selesai. Kita terus bergerak, menjaga semangat, dan melanjutkan pengabdian untuk bangsa dan negara,” tutupnya.



