Berita Golkar – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menyatakan optimismenya terhadap pengembangan Kampung Nelayan Samber, Kabupaten Biak Numfor yang dinilainya memiliki nilai tambah besar bagi kesejahteraan masyarakat pesisir. Ia menyebut program yang dibangun pemerintah pusat di kawasan tersebut dapat menjadi contoh nasional bagi kampung-kampung nelayan lainnya di Indonesia.
“Saya sangat senang dan berterima kasih. Apa yang dibangun Bapak Presiden di Biak ini memberi nilai tambah luar biasa bagi masyarakat nelayan, khususnya di Kampung Samber,” kata Fakhiri saat meninjau kawasan Kampung Samber, Kabupaten Biak, Senin (12/1/2026).
Menurut Fakhiri, Kampung Samber berpotensi menjadi etalase keberhasilan pembangunan berbasis komunitas pesisir di Papua. Ia pun berharap kampung tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga percontohan nasional dalam pengelolaan ekonomi nelayan yang terintegrasi.
Ke depan, ujar Fakhiri, Pemerintah Provinsi Papua menargetkan pengembangan kampung nelayan serupa di delapan kabupaten dan satu kota di Papua.
Di Biak Numfor sendiri, Fakhiri menilai pengembangan dapat diperluas ke wilayah Biak Barat dan Biak Utara. Langkah ini diyakini akan membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat kampung secara signifikan.
“Ini peluang bagus untuk meningkatkan daya keuangan masyarakat di tiap kampung. Tidak hanya Samber, tapi kampung-kampung nelayan lain juga akan kita dorong,” ujarnya, dikutip dari Jubi.
Fakhiri menegaskan sektor perikanan akan menjadi perhatian utama pemerintahannya. Ia menyebut visi pembangunan Papua ke depan menempatkan komunitas pesisir dan nelayan sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) unggulan Provinsi Papua.
“Dunia perikanan di Papua akan menjadi atensi dan pertahanan pertama saya sebagai gubernur,” katanya.
Terkait keluhan masyarakat nelayan, Gubernur Fakhiri mengakui persoalan utama masih berkutat pada rendahnya nilai jual ikan. Menurut dia, peningkatan harga sangat berkaitan dengan akses pasar, termasuk peluang ekspor hasil perikanan Papua.
“Kalau kita bisa kirim keluar atau ekspor, tentu nilainya akan meningkat. Itu yang diharapkan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan pemerintah provinsi akan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, termasuk para bupati serta kepala dinas terkait, untuk menyiapkan seluruh fasilitas pendukung ekspor perikanan. Mulai dari infrastruktur, sistem distribusi, hingga kesiapan pelabuhan dan rantai dingin.
Selain itu, Fakhiri juga menyoroti pentingnya ketersediaan lahan untuk pengembangan kampung nelayan ke depan. Ia mengaku terus mendorong para bupati agar memberi perhatian serius terhadap penyediaan lahan sebagai fondasi pembangunan kampung-kampung nelayan baru.
“Ini selalu saya bicarakan dengan para bupati. Tanpa lahan yang siap, sulit membangun kampung nelayan yang berkelanjutan,” katanya.
Dengan pengembangan terencana dan kolaborasi lintas daerah, Fakhiri menaruh harapan besar Kampung Nelayan Samber dapat menjadi titik awal kebangkitan ekonomi pesisir Papua sekaligus memperkuat posisi provinsi ini sebagai salah satu lumbung perikanan nasional. {}













