Berita Golkar – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp43 miliar untuk mendukung pembangunan dan operasional Bandara Ujoh Bilang di Kabupaten Mahakam Ulu. Anggaran tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam meningkatkan konektivitas dan pelayanan transportasi udara di wilayah perbatasan dan pedalaman Kalimantan Timur.
Pembangunan Bandara Ujoh Bilang saat ini telah menunjukkan progres signifikan dengan capaian sekitar 89 persen. Proyek strategis tersebut ditargetkan dapat rampung pada 28 Januari mendatang, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah dan pihak pelaksana.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengatakan alokasi anggaran tersebut digunakan untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan fisik maupun penunjang operasional bandara, termasuk fasilitas terminal, landasan pacu, serta sarana keselamatan penerbangan. Pemerintah provinsi memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai standar teknis dan regulasi penerbangan yang berlaku.
“Keberadaan Bandara Ujoh Bilang diharapkan mampu membuka akses transportasi yang lebih cepat dan efisien bagi masyarakat Mahakam Ulu. Selama ini, keterbatasan akses menjadi salah satu tantangan utama dalam mendukung mobilitas orang dan distribusi logistik,” katanya, Rabu (14/1/12026), dikutip dari RRI.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi, khususnya di daerah tertinggal dan perbatasan, menjadi prioritas utama. Sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten terus diperkuat agar pembangunan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Selain menunjang pelayanan publik, bandara ini juga diproyeksikan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Akses udara yang memadai diyakini akan meningkatkan aktivitas investasi, pariwisata, serta pengembangan sektor unggulan lainnya di Kabupaten Mahakam Ulu,” katanya.
Dengan hampir rampungnya pembangunan Bandara Ujoh Bilang, pemerintah berharap fasilitas ini segera dapat dioperasikan dan melayani penerbangan secara optimal. Kehadiran bandara tersebut diharapkan menjadi simbol kemajuan pembangunan serta upaya mengurangi kesenjangan antarwilayah di Kalimantan Timur. {}













