Airlangga Hartarto Minta Menperin Agus Gumiwang Review Ulang Usulan Terkait Insentif Otomotif 2026

Berita Golkar – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta usulan insentif otomotif dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dikaji ulang secara menyeluruh.

Sebab, pemerintah telah memberikan berbagai insentif kepada industri otomotif dalam dua tahun terakhir dengan nilai mencapai Rp 7 triliun.

“Otomotif silahkan direview karena otomotif sudah kita berikan insentif selama 2 tahun terakhir dan nilainya Rp 7 triliun. Dan arahan sekarang adalah, dan investasi di sektor otomotif terutama EV sudah meningkat,” ujar Airlangga usai menghadiri acara Indonesian Business Council (IBC) di Hotel Mulia Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Di satu sisi, Airlangga berpendapat bahwa investasi di sektor otomotif terutama kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) kini menunjukkan tren positif. Sejumlah produsen global telah menanamkan modalnya di Indonesia.

Dengan meningkatnya investasi tersebut, pemerintah ke depan akan mendorong pengembangan mobil nasional sebagai bagian dari penguatan industri otomotif dalam negeri.

“Beberapa merk seperti Finfast kemudian BYD juga sudah melakukan investasi dan sebelumnya Hyundai sudah melakukan investasi. Sehingga kedepannya ini akan didorong untuk mobil nasional,” papar Airlangga, dikutip dari Tribunnews.

Terakhir Airlangga menegaskan bahwa pembahasan insentif otomotif ini masih akan dilakukan lebih lanjut dengan pendekatan yang lebih substansial.

“Ya itu nanti silahkan yang lebih substansial. Karena yang lebih substansial kan berarti harus mulai dari evaluasi dari LCGC sampai kepada EV, plug-in hybrid, hybrid. Jadi sifatnya lebih menyeluruh,” tegas Airlangga.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, Kementerian Perindustrian berencana memberikan insentif otomotif untuk tahun 2026. Rencana itu telah selesai digodok di Kementerian Perindustrian.

“Kami sudah menyelesaikan dengan proses yang panjang dan rumit,” kata Agus di kantor Kementerian Perindustrian, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (31/12/2025).

Menurut Agus, bentuk insentif untuk sektor otomotif yang disiapkan tersebut tergolong rumit karena pihaknya harus mengerucutkan banyak opsi yang ada.

Draft usulan insentif tersebut selanjutnya diajukan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mendapatkan persetujuan. {}