Menperin Agus Gumiwang Nilai WEF Davos Jadi Momentum Industri Nasional Masuk Rantai Pasok Global

Berita Golkar – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, keikutsertaan Indonesia di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, akan memperkuat posisi industri nasional dalam rantai pasok global.

“Indonesia menegaskan posisi sebagai negara yang stabil, kredibel, dan berpeluang besar bagi kemitraan investasi global, dan tengah bersiap memajukan industri dalam negeri secara signifikan,” kata Agus dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026), dikutip dari Sinpo.

Agus menyampaikan, dalam forum WEF tersebut, Presiden Prabowo telah menjelaskan pembentukan sovereign wealth fund Danantara Indonesia sebagai instrumen strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi dan industrialisasi nasional, membuka ruang kolaborasi investasi jangka panjang, serta memperkuat kemitraan strategis dengan investor global

“Danantara merupakan fondasi kemitraan Indonesia dengan pelaku investasi global. Oleh karena itu, Indonesia menawarkan peluang investasi yang tidak hanya berorientasi pada modal tetapi juga pada pengembangan nilai tambah industri nasional,” ungkapnya.

Dia menerangkan, arah kebijakan investasi industri Indonesia yang dibangun oleh pemerintah memperkuat kedalaman industri, keterlibatan pelaku industri dalam negeri termasuk sektor industri kecil dan menengah (IKM), serta memperluas jejaring global industri nasional.

“Investasi yang kami pacu adalah investasi yang membawa know-how, teknologi, dan keterlibatan pelaku industri lokal secara nyata. Indonesia tidak ingin investasi bersifat enclave tetapi terhubung erat dengan ekosistem industri dalam negeri serta memberi peluang produk Indonesia terlibat dalam rantai pasok dunia,” ujar Agus.

Kemenperin juga memperkuat dukungan untuk meningkatkan keterlibatan IKM sebagai bagian dari rantai pasok industri besar melalui program-program fasilitasi dan insentif berbasis komponen dalam negeri.

Bahkan, Kemenperin memastikan bahwa setiap investasi baru membawa dampak positif bagi jangkauan pendidikan vokasi, peningkatan keterampilan SDM industri, serta integrasi industri nasional ke dalam jaringan produksi dan nilai global.

“Jadi, sesuai dengan Asta Cita pemerintah, kolaborasi global ini akan membuka peluang investasi berskala besar untuk industrialisasi dan pembangunan manusia Indonesia,” pungkasnya. {}