Berita Golkar – Pelaksanaan ibadah haji tahun ini diharapkan menjadi momentum perbaikan besar setelah hadirnya kementerian khusus yang menangani urusan haji dan umrah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dinilai membawa harapan baru dalam peningkatan kualitas pelayanan jemaah Indonesia.
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Atalia Praratya mengaku menaruh ekspektasi tinggi terhadap kinerja kementerian baru tersebut. Menurutnya, kehadiran menteri khusus menjadi titik penting dalam pembenahan tata kelola haji yang selama ini kerap menuai sorotan.
“Tahun ini kan sudah ada menteri khusus. Kita berharap banyak kepada kementerian khusus saat ini, Menteri Haji dan Umrah,” ujar Atalia, saat ditemui di Kota Bandung, Selasa (10/2/2026), dikutip dari RMOL.
Sebagai mitra kerja, Komisi VIII DPR RI, lanjut Atalia, terus melakukan pendampingan terhadap Kemenhaj dalam seluruh proses persiapan penyelenggaraan haji. Ia juga mengapresiasi sejumlah langkah awal yang telah dilakukan kementerian tersebut.
Salah satu yang mendapat sorotan positif adalah pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) petugas haji dengan pendekatan semi-militer. Menurut Atalia, pola pembinaan tersebut penting untuk membentuk kedisiplinan, ketangguhan, serta mental melayani para petugas di Tanah Suci.
“Di antaranya terkait dengan petugas haji yang mereka didisiplinkan dengan diklat yang semi-militer. Saya kira ini baik sekali, karena kita berharap bahwa mereka di sana menolong, bukan ditolong,” tegasnya.
Meski demikian, Atalia mengingatkan pentingnya perbaikan pada aspek koordinasi dan penyampaian informasi, terutama terkait jadwal dan teknis pelaksanaan kegiatan. Ia menilai, informasi seharusnya disampaikan jauh hari agar tidak menyulitkan para petugas haji yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Ketika ada informasi apa pun, itu baiknya jauh hari sebelum ditetapkan. Jangan terlalu mendadak. Petugas haji itu berasal dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Kendati masih terdapat sejumlah catatan, Atalia menegaskan bahwa langkah-langkah awal Kemenhaj patut diapresiasi. Ia berharap, penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan lebih tertib, profesional, dan berorientasi pada pelayanan jemaah.
“Saya kira yang paling penting adalah kita mengapresiasi dulu apa yang dilakukan saat ini,” pungkasnya. {}













