Berita Golkar – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri nasional melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri dan perluasan kerja sama strategis lintas negara, guna menghadapi tantangan perekonomian global yang semakin kompetitif dan dinamis.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pentingnya kerja sama internasional yang terarah untuk menarik investasi berkualitas, memperluas akses pasar, mempercepat industrialisasi, serta mendorong transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM industri.
“Kebijakan industri yang kuat perlu didukung oleh jejaring kerja sama internasional yang efektif agar potensi industri dalam negeri dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Agus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (14/2/2026), dikutip dari RM.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Markija Berdaya Bersama pada Selasa (10/2/2026).
Perusahaan yang bermitra dengan industri di Budapest, Hungaria, itu berfokus pada peningkatan daya saing tenaga kerja dan profesional muda Indonesia melalui program magang industri serta peluang kerja di Eropa.
KepalaBPSDMI Kemenperin Doddy Rahadi mengatakan kerja sama ini bertujuan melakukan pemetaan keterampilan, kemampuan, dan kepribadian SDM sektor industri melalui asesmen menggunakan perangkat Practiwork yang dikembangkan di Hungaria.
Menurut Doddy, BPSDMI secara konsisten mendorong peningkatan keterserapan lulusan di dunia industri melalui penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan industri, pelaksanaan praktik kerja industri (prakerin), magang pengajar, penyediaan peralatan pembelajaran sesuai standar industri, serta berbagai bentuk kolaborasi lainnya.
“Kami menyadari keberhasilan penyiapan SDM tidak hanya bergantung pada kedekatan dengan industri, tetapi juga pada pemahaman yang mendalam terhadap karakteristik peserta didik, yaitu minat, bakat, kemampuan, dan potensinya,” ujarnya.
Uji coba pemetaan dilakukan kepada masing-masing 50 peserta didik dari empat unit pendidikan Kemenperin, yakni Politeknik AKA Bogor, Politeknik APP Jakarta, Politeknik STMI Jakarta, serta SMK-SMAK Bogor, yang juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan PT Markija Berdaya Bersama.
Melalui pemetaan tersebut, peserta didik memperoleh rekomendasi jabatan sesuai profil masing-masing. Informasi itu menjadi dasar penting bagi institusi pendidikan dan peserta didik dalam menyusun perencanaan karier serta peningkatan keterampilan sesuai bakat dan potensinya.
Direktur Utama PT Markija Berdaya Bersama Csongor Hunyar menyatakan penandatanganan MoU tersebut menjadi bukti komitmen dalam membangun ekosistem pengembangan talenta yang lebih terstruktur dan berbasis kolaborasi di Indonesia.
“Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh baik dalam penguatan pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya di bawah naungan Kementerian Perindustrian,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Hungarian Practiwork Akos Zsuffa menilai pasar tenaga kerja yang kompetitif harus dibangun melalui pemetaan keterampilan yang objektif dan berbasis data.
“Jika Indonesia ingin menciptakan tenaga kerja yang kompetitif, maka perubahan ke arah asesmen yang objektif dan berbasis data sangat diperlukan,” katanya.
Selain bermanfaat bagi peserta didik, perangkat Practiwork juga membantu perusahaan menemukan kandidat yang sesuai kebutuhan jabatan. Bagi lulusan, hasil pemetaan dapat menjadi referensi dalam melamar pekerjaan yang relevan dengan kompetensi yang dimiliki.
Sekretaris BPSDMI Sidik Herman berharap kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pembelajaran yang lebih adaptif, berbasis data, serta berorientasi pada penguatan karakter dan kesiapan kerja lulusan.
“Dengan demikian, unit pendidikan BPSDMI Kemenperin tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki arah karier yang jelas dan berdaya saing tinggi di dunia industri,” ujarnya. {}













