Slipi, DPP  

Aburizal Bakrie Kenang Almarhum Juwono Sudarsono: Dari Akademisi hingga Penjaga Keseimbangan Sipil-Militer

Berita Golkar – Duka mendalam menyelimuti Indonesia atas wafatnya Juwono Sudarsono pada Sabtu (28/03/2026). Kepergian tokoh yang dikenal sebagai arsitek penguatan supremasi sipil dalam sektor pertahanan ini meninggalkan jejak penting dalam perjalanan demokrasi dan tata kelola negara.

Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie turut melayat dan menyampaikan belasungkawa secara langsung. Dalam pernyataannya yang dikutip dari akun Instagram @aburizalbakrie.id, ia mengenang sosok almarhum sebagai figur yang memiliki dedikasi panjang dalam pengabdian kepada negara.

“Melayat Almarhum Juwono Sudarsono yang wafat kemarin. Menyampaikan dukacita yang mendalam pada keluarga yang ditinggalkan. Beliau adalah Menteri Pertahanan ke-20, kami bersama-sama berada di Kabinet Indonesia Bersatu I,” tulis Aburizal Bakrie.

Dalam kesempatan itu, Aburizal juga menegaskan bahwa rekam jejak panjang almarhum dalam berbagai posisi strategis pemerintahan, mencerminkan keluasan pengabdian sekaligus kapasitas kepemimpinan yang utuh, lintas sektor, dan konsisten berpihak pada kepentingan bangsa.

Menurutnya, tidak banyak figur yang mampu menjembatani dunia akademik, birokrasi, hingga diplomasi dengan kualitas yang tetap terjaga dalam setiap penugasan negara.

“Selain itu beliau juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ke-22, dan Menteri Negara Lingkungan Hidup ke-3. Beliau juga pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya ke-16,” beber Aburizal Bakrie yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono periode 2005–2009 ini.

Dalam pandangannya, Juwono merupakan sosok negarawan yang kontribusinya tidak hanya terasa pada masanya, tetapi juga membentuk fondasi penting bagi tata kelola pertahanan dan pemerintahan modern Indonesia. Ia pun menutup pernyataannya dengan doa, berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

“Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Selamat jalan Pak Juwono. Terima kasih atas pengabdiannya kepada Bangsa Indonesia. Semoga husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin,” tutur Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2009-2014 ini.

Sosok Juwono Sudarsono

Semasa hidupnya, Juwono Sudarsono dikenal sebagai akademisi hubungan internasional yang menorehkan kontribusi besar dalam reformasi sektor pertahanan Indonesia. Ia menjadi salah satu tokoh sipil yang dipercaya memimpin Kementerian Pertahanan pada era Presiden Abdurrahman Wahid, sebuah langkah penting dalam memperkuat prinsip supremasi sipil di tengah transisi demokrasi.

Kariernya di pemerintahan terbilang panjang dan strategis. Selain menjabat Menteri Pertahanan, ia juga pernah dipercaya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie, serta Menteri Negara Lingkungan Hidup di era Presiden Soeharto. Di ranah diplomasi, Juwono pernah mengemban amanah sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya.

Pada periode berikutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ia kembali dipercaya menjabat Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Bersatu I. Dalam masa jabatannya, Juwono mendorong profesionalisme TNI serta memperkuat relasi antara militer dan masyarakat sipil.

Dalam beberapa tahun terakhir, almarhum diketahui berjuang melawan stroke sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Juwono dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, dengan upacara yang dipimpin Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi bangsa, sekaligus meninggalkan warisan pemikiran dan pengabdian yang akan terus dikenang dalam perjalanan Indonesia ke depan. Sosok Juwono Sudarsono juga menjadi teladan bahwa kepemimpinan negara tidak hanya diukur dari jabatan yang diemban, tetapi dari konsistensi dalam merawat kepentingan nasional dengan integritas dan kejernihan visi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *