Berita Golkar – Senayan mendorong Pemerintah memperbaiki komunikasi publik ke masyarakat dalam menyampaikan isu-isu, kebijakan dan capaian Pemerintah sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
Anggota Komisi II DPR Ahmad Irawan mengatakan, komunikasi publik yang dibangun mesti bisa lebih terarah, terpadu, dan ada empati. Komunikasi ini bukan hanya terkait pesan yang akan disampaikan ke masyarakat, tetapi juga kaitannya dengan keterpaduan informasi.
“Dengan adanya Lembaga Komunikasi Presiden, harusnya komunikasi yang dibangun bisa lebih terarah, terpadu dan yang paling inti itu komunikasi publiknya itu harus ada empati,” kata Irawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2025), dikutip dari RakyatMerdeka.
Dia menyoroti kisruh pernyataan yang dilontarkan Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi terkait teror yang dialami wartawan Tempo, Francisca Christy Rosana alias Cica. Pernyataan Hasan dinilai tidak sepantasnya dilontarkan oleh pejabat Pemerintah.
“Itu kan tidak punya empati terhadap masyarakat, khususnya terhadap kebebasan pers. Harusnya dia punya empati,” ucapnya.
Politisi muda Fraksi Partai Golkar ini menilai, Kantor Komunikasi Presiden sebagai corong informasi formal dari Pemerintah harusnya lebih berhati-hati dalam melontarkan pernyataan yang terkait dengan hal-hal yang sensitif di publik.
Apalagi, Kantor Komunikasi Presiden ini punya peran dan tugas seperti koordinator untuk juru bicara Pemerintah dan kementerian/lembaga. Sehingga harusnya intens dengan setiap kementerian, badan, lembaga dalam memberikan informasi.
Jadi, harusnya komunikasi Pemerintah ini lebih bagus karena ditangani satu kelembagaan tersendiri. Mereka bisa fokus terhadap tugas pokok dan fungsinya dibanding yang lalu-lalu.
“Artinya, ada penguatan kelembagaan karena Presiden Prabowo menganggap bahwa komunikasi Presiden, Istana terhadap publik itu penting. Makanya dikuatkan kelembagaannya,” ungkapnya.
Dengan adanya penguatan ini, Kantor Komunikasi Presiden dapat memperkuat akses terhadap diseminasi informasi hingga akses informasi dari istana atau kebijakan-kebijakan Pemerintah secara umum. Jadi, ketika ada isu yang menyimpang dan menyudutkan Pemerintah, Kantor Komunikasi Presiden bisa meluruskan isu tersebut.
“Misalnya terkait revisi Undang-Undang TNI, Undang- Undang Polri, macam-macam. Jadi harusnya mereka memberikan penjelasan itu tidak hanya terhadap apa yang ditanyakan. Tetapi juga apa yang dikerjakan oleh Pemerintah, Presiden dan itu harus jelas,” sarannya.
Untuk itu, dia berharap besar agar pesan Presiden Prabowo terkait pentingnya perbaikan komunikasi publik ini dapat benar-benar dijalankan. Ke depan, Kantor Komunikasi Presiden dapat merespons pertanyaan publik dengan baik, jelas dan komprehensif.
“Itu juga bisa meringankan tugas dan beban kami anggota parlemen. Kami, partai-partai pendukung pemerintah karena kalau komunikasinya tidak pas, kami yang harus menjelaskan itu kepada masyarakat. Padahal kalau penjelasan Pemerintah itu jelas, bagus, saya kira gampang diterima di mata publik,” jelasnya.
Hal senada dilontarkan Ketua DPR Puan Maharani. Dia meminta Pemerintah dan jajarannya untuk memperbaiki komunikasi yang baik kepada rakyat.
Dia pun mendukung instruksi Presiden Prabowo agar seluruh Kabinet Merah Putih dapat memperbaiki komunikasi agar rakyat dapat lebih mudah memahami kebijakan Pemerintah.
“Kami harapkan semua jajaran, Kementerian, dan juga Juru Bicara Kepresidenan mengikuti apa yang diperintahkan oleh Presiden. Sehingga tidak ada missleading atau salah informasi,” kata Puan.
Puan menyatakan, sejumlah program kerja Presiden Prabowo merupakan sektor yang dinginkan oleh rakyat. Seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga program pemeriksaan kesehatan gratis.
“Bisa memberikan informasi yang baik, yang benar, yang jelas kepada masyarakat terkait dengan program-program pemerintah. Jadi ya seperti yang disampaikan oleh perintah Presiden,” tambahnya.
Sebelumnya, Pr e siden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin, (24/3/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya komunikasi yang lebih baik kepada rakyat, terutama dalam menyampaikan kebijakan-kebijakan dan capaian Pemerintah.
Presiden menginstruksikan jajarannya untuk membangun narasi komunikasi yang lebih efektif agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai program-program pemerintah. Ia menegaskan bahwa setiap pencapaian harus dikomunikasikan dengan baik.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, yang turut hadir dalam pertemuan, mengungkapkan banyak keberhasilan yang telah dicapai oleh pemerintah di berbagai sektor.
Menurutnya, tugas pemerintah adalah memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat mengenai kebijakan dan program yang telah dijalankan. “Jangan sampai rakyat digiring oleh opini-opini yang narasi-narasi yang enggak benar, gitu lho,” ujar Sudaryono.
“Itu salah satu kontribusi dari sektor saya sebagai wakil menteri pertanian. Kita kan banyak keberhasilan-keberhasilan, ya. Salah satunya paling kelihatan sekali adalah bagaimana pupuk lancar. Itu rakyat happy,” lanjutnya. {}