Ancaman Selat Hormuz Memanas, Ravindra Airlangga Dorong Pemerintah Gaspol Manfaatkan Windfall Komoditas!

Berita Golkar – DPR RI mendukung  pemerintah memanfaatkan peluang windfall komoditas sebagai penopang ekonomi nasional di tengah potensi krisis energi global akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Anggota Komisi IX DPR RI yang juga Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Ravindra Airlangga menilai ancaman penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasokan energi global, termasuk bagi Indonesia.

Ia menjelaskan, selama ini Indonesia masih bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk, sehingga setiap gangguan distribusi akan berdampak langsung terhadap stabilitas energi dalam negeri.

“Eskalasi yang memunculkan ancaman penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasar energi global, termasuk Indonesia yang mendapatkan pasokan energi dari kawasan Teluk,” ujar Ravindra, dikutip dari Antaranews.

Berdasarkan data Institute for Essential Services Reform (IESR), sekitar 38 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari Arab Saudi, sementara sisanya dipasok dari negara-negara Teluk lainnya seperti Irak, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

Ravindra mengapresiasi langkah pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang telah menyiapkan strategi diversifikasi pasokan minyak dari kawasan Amerika Utara, Afrika, dan Amerika Latin.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan energi jangka panjang, seiring dengan percepatan pengembangan energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE).

Di sisi lain, ia menilai dinamika global juga dapat menghadirkan peluang ekonomi bagi Indonesia melalui windfall komoditas akibat kenaikan harga energi dan bahan baku di pasar internasional.

“Dengan pengelolaan yang prudent, kenaikan harga energi dan bahan baku dapat meningkatkan nilai ekspor Indonesia yang dapat memperluas ruang fiskal, meskipun secara terbatas karena ada potensi peningkatan pengeluaran subsidi energi,” katanya.

Ravindra menegaskan pentingnya langkah makroprudensial yang tepat untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah gejolak global.

Selain itu, ia juga menekankan perlunya penguatan jalur diplomasi oleh pemerintah bersama parlemen guna memastikan keselamatan awak dan kapal Indonesia yang melintasi kawasan Selat Hormuz. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *