Berita Golkar – Anggota DPR RI Fraksi Golkar Andi Achmad Dara mendorong masyarakat, khususnya kaum ibu di pedesaan dan kecamatan di Kabupaten Tangerang, untuk menghidupkan kembali budaya bercocok tanam di lahan sendiri.
Hal ini ditegaskannya sebagai langkah strategis dalam menghadapi ancaman inflasi dan kenaikan harga bahan pokok akibat ketidakpastian ekonomi global.
Andi menyoroti dampak konflik Timur Tengah antara Israel dan Iran yang berpotensi memicu kenaikan harga energi (BBM) dan pangan dunia.
Andi Achmad Dara menekankan bahwa ibu-ibu memegang peranan kunci dalam mengelola ekonomi keluarga di masa sulit. Ia mengajak warga untuk memanfaatkan lahan terbatas guna menanam kebutuhan pokok secara mandiri.
“Saya berharap ibu-ibu melakukan terobosan untuk menjadi supply chain paling tidak di dapur sendiri. Menanam cabai, tomat, hingga beternak ayam untuk telur. Budaya lama ini harus dihidupkan kembali agar kita tidak sepenuhnya bergantung pada pasar,” ujar Andi di hadapan konstituennya di Pondok Aspirasi Rajeg, Rabu (4/3/2026), dikutip dari BantenEkspres.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan, yang fokus pada kemandirian pangan hingga ke tingkat desa.
Sebagai Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Andi juga menjelaskan, pemerintah tengah serius melakukan pembenahan tata kelola subsidi agar lebih tepat sasaran. Salah satu yang menjadi sorotan adalah sinkronisasi data pelanggan listrik 450 Watt dan distribusi pupuk.
“Data kita masih timpang. Contohnya, masih ada kos-kosan yang menikmati subsidi listrik 450 Watt, padahal itu unit usaha. Ini yang sedang kami bereskan di BAKN supaya anggaran negara tidak ‘aur-auran’ atau foya-foya,” tegasnya.
Ia menambahkan, efisiensi anggaran pusat dan daerah terus diperjuangkan agar dana desa serta bantuan sosial (Bansos) dapat terserap tepat waktu tanpa mengalami kendala birokrasi.
Mengawali sambutannya dengan suasana emosional, Andi menceritakan motivasinya rutin menggelar program santunan anak yatim setiap bulan Ramadan. Ia mengenang pesan terakhir almarhum orang tuanya saat dirawat di RS Medika.
“Sebelum beliau menghembuskan napas, dibisikkan ke telinga saya: ‘Titip anak yatim piatu.’ Itulah yang mendasari program rutin kami setiap Ramadan, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan ibadah,” ungkapnya.
Menutup kegiatan, Andi Achmad Dara mengapresiasi loyalitas dan kekritisan kader Golkar di Kabupaten Tangerang dalam mengawal pembangunan daerah yang tepat guna bagi masyarakat. []



