Atalia Praratya Tekankan Penguatan Nilai Kebangsaan Lewat Sosialisasi Empat Pilar di Bandung

Berita Golkar – Anggota MPR RI Atalia Praratya menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Gedung PKK Kota Bandung, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) dari Kecamatan Kiaracondong, Kecamatan Lengkong, dan Kecamatan Batununggal.

Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut merupakan amanat konstitusional MPR RI sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014. Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika disosialisasikan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di tingkat komunitas dan kewilayahan.

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Atalia Praratya menegaskan bahwa lembaga kemasyarakatan memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan kohesi sosial masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan akan lebih efektif dihidupkan apabila ditanamkan dan dipraktikkan oleh para penggerak masyarakat yang bersentuhan langsung dengan warga.

“Nilai-nilai kebangsaan tidak cukup hanya dipahami secara teoritis, tetapi harus dihidupkan dalam praktik nyata di tengah masyarakat. Di sinilah peran lembaga kemasyarakatan kelurahan menjadi sangat strategis,” ujar Atalia, Jumat (6/2/2026), dikutip dari RadarBandung.

Atalia juga menyoroti berbagai tantangan kebangsaan yang dihadapi saat ini, mulai dari melemahnya semangat gotong royong, meningkatnya individualisme, hingga dampak arus informasi digital yang kerap memicu polarisasi sosial. Berdasarkan sejumlah hasil survei nasional, sebagian masyarakat dinilai belum sepenuhnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Kondisi ini menjadi pengingat bahwa sosialisasi Empat Pilar harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh langsung lapisan masyarakat paling bawah. Penguatan nilai kebangsaan harus dimulai dari lingkungan terkecil,” tambahnya.

Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar ini menghadirkan Prof. Dr. Deni Kamaludin Yusup, MA, Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Ekonomi Islam Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Prof. Deni mengulas secara komprehensif makna dan relevansi Empat Pilar Kebangsaan dalam menghadapi dinamika sosial masyarakat yang semakin kompleks dan majemuk.

Prof. Deni menekankan bahwa Pancasila memiliki karakter yang khas dan kontekstual dengan realitas bangsa Indonesia. Menurutnya, Pancasila mampu menjembatani nilai keadilan sosial, kebebasan individu, serta kehidupan berketuhanan dalam satu kesatuan yang harmonis. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi perekat utama bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam latar belakang suku, budaya, dan agama.

Kegiatan berlangsung secara dialogis dan interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif menyampaikan pandangan serta pengalaman mereka dalam menjaga kerukunan warga, menyelesaikan persoalan sosial, dan menguatkan semangat kebersamaan di lingkungan kelurahan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Atalia Praratya berharap para peserta dapat menjadi agen penyebar nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan di lingkungannya. Ia mendorong agar pemahaman yang diperoleh tidak berhenti pada forum sosialisasi, melainkan diterjemahkan ke dalam praktik kehidupan bermasyarakat yang menjunjung tinggi persatuan, toleransi, dan gotong royong.

“Dari kelurahan, kita rawat Indonesia. Ketika nilai-nilai kebangsaan hidup di masyarakat, maka persatuan bangsa akan semakin kuat,” tutup Atalia Praratya. {}