DPP  

Ditanya Prabowo, Airlangga Hartarto Ungkap Makna ‘Opus Operis’ di Logo Golkar Institute

Berita GolkarKetua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto pada sambutannya di acara kuliah umum pada bersama calon presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Golkar Institute hadir dalam perannya menghasilkan kader berkualitas dengan spirit karya-kekaryaan.

Hal ini dijelaskan oleh Airlangga Hartarto untuk menjawab pertanyaan pribadi Prabowo Subianto pada dirinya terkait dengan logo Golkar Institute yang menggunakan bahasa latin, Opus Operis. Kata-kata Opus Operis itu berada di dalam bingkai pita yang melintang di bawah lambang pohon beringin dan padi kapas.

“Tadi Pak Prabowo menanyakan mengenai apa itu Opus Operis. Bisa saya jawab, bahwa Opus Operis artinya karya-kekaryaan. Itu merupakan filosofi dan nilai-nilai yang ada di diri kader Partai Golkar dan ditegaskan dalam nilai-nilai yang disemaikan di dalam pendidikan Golkar Institute,” ujar Airlangga Hartarto seperti dikutip redaksi Golkarpedia dalam sambutannya pada Kamis (31/08) di DPP Partai Golkar.

Airlangga Hartarto lantas melanjutkan bahwa koalisi yang terbangun antara Partai Golkar dan Gerindra merupakan koalisi pelanjut pemerintahan Presiden Jokowi. Keberadaan dirinya sebagai Menko Perekonomian RI dan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan ditambah peran Menteri Perdagangan yang dilakoni Zulkifli Hasan membuat Koalisi Indonesia Maju adalah representasi dari Pemerintahan Jokowi.

Suami dari Yanti K. Isfandiary tersebut turut pula memuji apa yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi selama dua periode memimpin negara. Ia merasa hal baik dari apa yang sudah dikerjakan oleh Presiden Jokowi dilanjutkan. Ada dua agenda penting yang kemudian dirasa Airlangga Hartarto menjadi lompatan penting bagi kepemimpinan ke depan.

“Ada dua lompatan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, pertama membangun ibukota baru sebagai upaya melakukan pemerataan pembangunan. Kedua, Indonesia jadi negara maju dengan masuk dalam anggota OECD,” ungkap pria lulusan Universitas Gadjah Mada ini.

“Prosesnya 3 sampai 4 tahun, dan insya Allah Indonesia akan masuk dalam negara OECD di kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto. Di Asia, hanya ada dua negara yakni Jepang dan Korsel dan Indonesia akan jadi negara ketiga,” sambungnya lagi.

Proses masuknya Indonesia dalam jajaran negara maju juga sejalan dengan gagasan besar Indonesia Emas 2045. Semua upaya yang dilakukan oleh Presiden Jokowi hari ini menurut Airlangga Hartarto tak bisa terlepas dari keinginan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Partai Golkar sendiri sudah sejak jauh-jauh waktu mempersiapkan konsep Visi Negara Kesejahteraan 2045 di masa kepemimpinan Ketua Umum Aburizal Bakrie.

“Kita yakin Indonesia akan mencapai Indonesia emas. Di masa kepemimpinan Pak Aburizal Bakrie Partai Golkar sudah meretas konsep Visi Negara Kesejahteraan 2045. Dan kami yakin, seiring waktu, insya Allah di bawah kepemimpinan Pak Prabowo Subianto jalan menuju Indonesia Emas akan terwujud,” urai Airlangga Hartarto. {redaksi}