Gandeng ADB, Menperin Agus Gumiwang Kembangkan Ekosistem Semikonduktor Indonesia

Berita GolkarKementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat pengembangan industri semikonduktor nasional sebagai bagian dari strategi penguatan struktur industri dan peningkatan daya saing global.

Upaya tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Country Director Asian Development Bank (ADB) untuk Indonesia Bobur Alimov di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Agus menegaskan semikonduktor merupakan fondasi penting bagi transformasi industri nasional, terutama dalam mendukung pengembangan sektor elektronika, otomotif, energi, serta percepatan digitalisasi industri.

“Indonesia memiliki pasar domestik yang sangat besar untuk produk berbasis semikonduktor, mulai dari ponsel, laptop, hingga kendaraan bermotor dan kendaraan listrik. Oleh karena itu, pengembangan ekosistem semikonduktor nasional menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat daya saing industri nasional,” ujar Agus, dikutip dari RM.

Ia menyampaikan kebutuhan semikonduktor di dalam negeri terus meningkat seiring pertumbuhan industri manufaktur dan adopsi teknologi baru. Produksi kendaraan bermotor nasional yang telah mencapai lebih dari satu juta unit per tahun, serta target pengembangan kendaraan listrik hingga ratusan ribu unit pada 2030, menuntut ketersediaan komponen semikonduktor yang andal dan berkelanjutan.

Di sisi lain, permintaan perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop hingga kini masih didominasi produk impor.

Saat ini, Indonesia telah memiliki satu industri perakitan dan pengujian semikonduktor di Batam serta sejumlah perusahaan desain integrated circuit (IC). Namun demikian, Agus menilai ekosistem semikonduktor nasional masih perlu diperkuat secara menyeluruh, khususnya pada aspek pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, serta integrasi ke dalam rantai pasok global.

Sebagai langkah konkret, Kemenperin menginisiasi program pengembangan ekosistem semikonduktor nasional melalui penguatan desain chip yang selaras dengan kebutuhan industri dan berorientasi pasar global. Program tersebut telah masuk dalam daftar rencana pinjaman luar negeri jangka menengah atau Blue Book 2025–2029 dengan nilai pembiayaan sebesar 16,185 juta dolar AS.

“Fokus utama kami adalah membangun kapabilitas SDM nasional di bidang desain chip, menyediakan infrastruktur bersama untuk riset dan prototipe, serta memperkuat kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, dan mitra global,” kata Agus.

Dalam pertemuan itu, ADB menyatakan minat dan komitmennya untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam pengembangan ekosistem semikonduktor nasional. Dukungan tersebut meliputi pendampingan penyusunan readiness criteria, feasibility study, hingga memastikan kesiapan proyek agar memenuhi kriteria Green Book sebelum masuk ke tahap pembiayaan.

Agus mengapresiasi komitmen ADB dan menilai kerja sama tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan peningkatan nilai tambah industri dalam negeri.

“Kami berharap kerja sama dengan ADB dapat mempercepat terwujudnya ekosistem semikonduktor nasional yang kuat, berdaya saing, dan terintegrasi dengan rantai nilai global, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor industri berteknologi tinggi,” ujarnya. {}