Geopolitik Global Menguji Indonesia, Agun Gunandjar Tawarkan Jalan Ekonomi Kerakyatan

Berita Golkar – Dalam peringatan satu dekade Kedai Pena, digelar sebuah diskusi publik yang mengangkat tema strategis mengenai dinamika geopolitik global dan implikasinya terhadap kondisi ekonomi nasional. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus pertukaran gagasan antara perspektif kebangsaan dan ekonomi dalam merespons tantangan global yang kian kompleks.

Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa yang turut hadir sebagai salah satu pembicara menilai bahwa tema yang diusung pada diskusi tersebut sangat relevan dan strategis, terutama dalam konteks mengaitkan nilai-nilai kebangsaan dengan dinamika ekonomi global yang terus berkembang.

“Saya senang bisa hadir, dalam kapasitas sebagai orang MPR yang fokus dengan 4 pilar kebangsaan yang dikorelasikan dengan kondisi ekonomi, terkait dengan geopolitik. Ini akan menjadi kesempatan untuk menemukan esensi-esensi yang bisa dihilirkan menjadi kebijakan yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat di Indonesia,” sebut Kang Agun.

Dalam kesempatan itu, Agun juga menekankan bahwa kebijakan strategis nasional perlu dikomunikasikan secara utuh, tidak hanya dari sisi angka, tetapi juga dampak ekonominya terhadap masyarakat luas. Salah satu contoh yang disorot adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi rakyat.

“Namun, melihat angka itu sebagai suatu nilai yang memiliki implikasi pada pergerakan perekonomian rakyat di bawah,” kata politisi senior Partai Golkar ini.

Ia menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya berbicara soal konsumsi, tetapi juga membuka ruang besar bagi keterlibatan pelaku usaha lokal dari berbagai sektor, mulai dari penyedia bahan pangan hingga distribusi.

“Kebutuhan makan itu lengkap, bukan hanya beras. Banyak kebutuhan-kebutuhan yang lain. Ada telur, ada sayur dan lain sebagainya. Ini semua pasokan, tidak ada orang yang mendominasi. Ini lah yang akan menciptakan pergerakan, pergeseran perekonomian, menciptakan banyak pelaku, dan angkanya tersebar dari Sabang sampai Merauke,” sebut anggota Komisi XIII DPR RI ini.

Menurutnya, pendekatan ini mencerminkan distribusi ekonomi yang inklusif dan merata, sehingga mampu menciptakan peluang luas tanpa adanya dominasi dari satu pihak dalam rantai produksi hingga distribusi.

Selain itu, Agun juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi berbasis kerakyatan melalui konsep Koperasi Merah Putih. Skema ini dinilai mampu menghadirkan pembagian peran yang jelas antara koperasi, sektor swasta, dan pelaku usaha lainnya, sekaligus menjawab tantangan penyerapan tenaga kerja.

Dalam kerangka yang lebih luas, ia menegaskan pentingnya eksplorasi kebijakan sumber daya alam yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan empat pilar kebangsaan. Sinergi antara pendekatan ideologis dan ekonomi dinilai menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan dan keberlanjutan pembangunan nasional di tengah dinamika geopolitik global.

“Diskusi publik ini menjadi momentum penting dalam mempertemukan perspektif kebangsaan dan ekonomi, guna merumuskan langkah strategis yang mampu menjawab tantangan masa kini sekaligus membangun optimisme menuju masa depan Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat,” pungkas Agun Gunandjar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *