Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Pilih Perbaiki Jalan Trans Kalimantan Ketimbang Proyek Jembatan Fantastis

Berita Golkar – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mengambil langkah berani dalam menentukan prioritas pembangunan di Kalimantan Timur.

Baginya, memastikan aspal jalan di jalur Trans Kalimantan tetap mulus jauh lebih mendesak daripada memaksakan pembangunan jembatan megah namun minim fungsi.

Pernyataan tegas ini disampaikan Rudy saat meninjau infrastruktur di Kabupaten Paser, Rabu (4/3/2026). Ia menekankan bahwa jalur darat yang menghubungkan Penajam Paser Utara (PPU), Paser, hingga perbatasan Kalimantan Selatan harus dalam kondisi prima tanpa tawar-menawar.

Jalan Dulu, Jembatan Kemudian

Rudy menilai, jalur ini adalah gerbang utama menuju Kaltim dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Oleh karena itu, efisiensi anggaran menjadi kunci. Ia tak ingin dana daerah habis untuk proyek jembatan fantastis jika akses jalannya sendiri masih memprihatinkan. Di jalur Trans Kalimantan, perbaikan jalan jauh lebih vital untuk membuka akses.

“Membangun jembatan itu biayanya besar. Jangan sampai jembatannya jadi, tapi jalannya belum siap. Itu namanya mubazir,” cetus Rudy Mas’ud, dikutip dari Tribunnews.

Ia juga mewaspadai risiko proyek mangkrak jika perencanaan anggaran tidak matang. Menurutnya, jembatan tanpa dukungan jalan yang mantap hanya akan menjadi monumen yang tidak optimal manfaatnya bagi masyarakat.

Urat Nadi Ekonomi Jangan Tersumbat Pemprov Kaltim kini memilih fokus memperkuat fondasi ekonomi melalui kualitas jalan. Urusan jembatan, Rudy memastikan komunikasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian PU tetap berjalan intens.

“Logikanya sederhana, selama ada anggaran, kita prioritaskan bangun dan perbaiki jalan. Kalau dana sudah sangat mencukupi, baru kita bangun jembatan agar proyeknya tidak terkatung-katung,” katanya.

Rudy menambahkan, mobilitas warga untuk sementara masih bisa dibantu oleh layanan feri atau kapal kayu.  Namun, untuk jalan rusak, tidak ada alternatif lain selain diperbaiki.

“Jalan ini ibarat urat nadi. Kalau tersumbat, semuanya ikut lumpuh, mulai dari sekolah, urusan kesehatan, hingga distribusi barang dan jasa,” tutupnya dengan tegas. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *