KPPG, Slipi  

Hetifah dan Tati Noviati Berdayakan Ekonomi Perempuan Cirebon Lewat Pelatihan Pembuatan Empon-Empon

Berita Golkar – Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian, bersama Sekjen PP Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Tati Noviati, mendorong penguatan literasi kesehatan keluarga dan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui kegiatan Pelatihan Pembuatan Minuman Empon-Empon yang digelar di Hotel Sapadia, Cirebon, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan Kelompok PKK dan masyarakat umum ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pemanfaatan herbal tradisional secara lebih inovatif sekaligus membuka peluang usaha berbasis kearifan lokal.

Dalam sambutannya, Hetifah menegaskan bahwa empon-empon adalah salah satu warisan budaya nusantara yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan sekaligus potensi ekonomi yang menjanjikan apabila dikembangkan secara kreatif.

“Empon-empon bukan hanya minuman tradisional, tapi juga bagian dari literasi kesehatan keluarga. Dengan bahan yang mudah ditemukan seperti jahe, kunyit, temulawak, dan serai, masyarakat sebenarnya memiliki solusi alami untuk menjaga daya tahan tubuh,” ujar Hetifah.

Menurut Hetifah, penguatan literasi kesehatan berbasis pengetahuan lokal menjadi semakin penting di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Legislator Partai Golkar asal Kaltim ini juga menekankan perlunya sinergi antara riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat agar produk herbal tradisional dapat berkembang lebih luas.

“Jika dipadukan dengan inovasi dan standar pengolahan yang baik, empon-empon tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan keluarga, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat,” katanya.

Hetifah yang juga Ketua Umum PP KPPG ini menilai perempuan memiliki peran strategis menjaga kesehatan keluarga sekaligus menjadi penggerak ekonomi rumah tangga. Karena itu, kegiatan pelatihan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan perempuan dalam mengolah bahan herbal secara higienis dan bernilai tambah.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara kegiatan, Tati Noviati, mengatakan bahwa pelatihan ini bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi warga Cirebon.

Sebagai putri asli Cirebon, Tati Noviati, yang akrab disapa Novianty ini, mengaku memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat di daerah tersebut. Ia juga pernah mewakili Cirebon sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat pada periode 2014–2019.

“Sebagai putri daerah, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Cirebon,” kata Novianty.

Ia menambahkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus melalui jabatan formal, tetapi dapat diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Pelatihan ini bentuk kecil dari upaya kami untuk berbagi pengetahuan dan membuka peluang baru bagi masyarakat, khususnya bagi para ibu rumah tangga,” ujarnya.

Menurut Novianty, empon-empon memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai minuman kesehatan keluarga, tetapi juga sebagai produk usaha rumahan yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Dengan bahan yang mudah diperoleh di pasar lokal, masyarakat dapat memproduksi minuman herbal secara mandiri, bahkan mengembangkannya menjadi produk yang memiliki nilai jual.

“Jika dikelola dengan baik, empon-empon bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat. Karena itu, pelatihan ini juga memberikan pengetahuan tentang cara pengolahan yang higienis, inovasi resep, hingga peluang pemasaran,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Hetifah dan Novianty berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai manfaat empon-empon, tapi juga memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan keluarga sekaligus membuka peluang usaha.

Kegiatan pelatihan ini juga menjadi contoh kolaborasi antara tokoh politik, komunitas perempuan, dan lembaga riset dalam mendorong pemanfaatan kekayaan herbal Nusantara secara lebih produktif.

Dengan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap produk kesehatan alami, empon-empon diyakini memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Hetifah dan Novianty berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi kesehatan masyarakat sekaligus memberdayakan perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *