DPP  

Ini Jawaban Airlangga Hartarto Soal Sindiran Hasto PDIP Pilpres Rasa Pandawa Vs Kurawa

Berita Golkar – Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Airlangga Hartarto, menanggapi pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyindir soal Pilpres 2024 serasa pertarungan Pandawa melawan Kurawa. Dia membantah bahwa Prabowo adalah sosok pemimpin yang otoriter.

“Ketua umum partai tidak ada yang otoriter,” tegas Ketum Golkar itu saat hadir dalam Kampanye Tatap Muka Pemilu 2024 di Lapangan Pratu Pekak Rawiq, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (13/1/2024).

Airlangga dalam pidatonya mengajak seluruh kader militan Golkar di Bali untuk memenangkan Prabowo-Gibran dengan target suara di atas 50 persen.

“Tentu dalam Pemilu 2024 hanya ada dua angka yang harus kita ingat. Angka (Paslon) dua dan empat (nomor urut Golkar). Ada nggak angka lain di 2024? Maka itu adalah tugas kita menangkan Prabowo-Gibran dan menangkan Partai Golkar,” tegasnya di hadapan seluruh simpatisan.

Dilansir dari detikJogja, Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyinggung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Ia mengibaratkan Pilpres 2024 seperti pertarungan Pandawa dan Kurawa.

“Pemilu ini menjadi pertarungan antara Pandawa dan Kurawa,” jelas Hasto saat ditemui wartawan usai memimpin rapat konsolidasi kader PDIP se-DIY di kantor DPD PDIP DIY, Kota Jogja, Sabtu (13/1/2024).

“Yang satu, Pandawa itu menempatkan kekuasaan pada rakyat, berpihak pada wong cilik (rakyat), maka pemimpinnya blusukan seperti Pak Ganjar. Yang satu, itu menempatkan kekuasaan sebagai kenikmatan, maka mau memperpanjang kekuasaan. Itu yang terjadi,” imbuhnya.

Hasto juga menyinggung rekam jejak Prabowo Subianto, yang menurutnya, juga tidak merepresentasikan pemimpin yang baik.

“Maka kita lihat, Pak Prabowo dengan karakternya yang seperti itu karena memiliki rekam jejak melanggar HAM, punya rekam jejak antikemanusiaan, ya kita akan melihat, dan ini akan menjadi pelajaran. Kehidupan politik yang sangat penting,” terangnya. {sumber}